16 UMKM di Sleman Jalin Kemitraan dengan Perusahaan Modal Asing

- Kamis, 24 Juni 2021 | 16:23 WIB
Produk UMKM. (foto ilustrasi: istimewa) (Murdiyat Moko)
Produk UMKM. (foto ilustrasi: istimewa) (Murdiyat Moko)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Guna mengembangkan sekaligus memperluas peluang investasi, Pemkab Sleman mengakomodir temu kemitraan antara Penanaman Modal Asing (PMA)–Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan para pelaku UMKM.

Temu mitra ini sudah dirintis sejak 2015, dan masih berjalan hingga sekarang. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (DPMPPT) Sleman Retno Susiati mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan antara perusahaan PMA-PMDN dengan UMKM yang ada di Sleman.

Di samping itu juga agar terjalin pembinaan yang berkelanjutan dalam menjaring peluang investasi baru.

Baca Juga: Fredy Wijaya Tetap Sukses Jadi Atlet Meski Berbisnis Kuliner

"Tahun ini, kami berhasil membangun kemitraan bersama 6 PMA-PMDN dengan 16 UMKM. Dalam kesempatan ini, semuanya turut hadir melakukan penandatanganan MoU sebagai bentuk realisasi dari kemitraan," kata Retno saat acara temu mitra di Ballroom The Rich Hotel Yogyakarta, Kamis (24/6).

Proses penandatanganan MoU ini disaksikan secara langsung oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo. Dalam sambutannya, Kustini mengatakan terjalinnya kemitraan antara PMA-PMDN dengan UMKM menjadi kesempatan untuk saling menguatkan dan menguntungkan serta mengangkat potensi yang ada di Kabupaten Sleman.

“Forum kemitraan ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan yang berkelanjutan dari peningkatan kualitas, kapasitas, kemasan serta pemasaran produk yang dihasilkan oleh UMKM,” katanya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Anak, Angka 12,5 Persen Persoalan Serius

Dia lantas menjabarkan potensi UMKM di wilayahnya yang cukup besar. Saat ini tidak kurang dari 68.382 UMKM yang terdata di Pemkab. Dengan jumlah UMKM yang cukup besar itu apabila tidak didukung kualitas pengelolaan yang baik, maka tidak akan memberikan dukungan terhadap kemajuan perekonomian daerah.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X