Kenaikan Harga Komoditas Pangan Setelah Idul Fitri Masih Harus Diwaspadai

- Kamis, 24 Juni 2021 | 12:32 WIB
Pasar Sembako/Foto Istimewa
Pasar Sembako/Foto Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kenaikan harga beberapa komoditas pangan setelah Idul Fitri patut diwaspadai.

Lonjakan kasus positif Covid-19 di beberapa wilayah Indonesia juga dikhawatirkan dapat memengaruhi fluktuasi harga beberapa komoditas pangan.

Data Indeks Bulanan Rumah Tangga (Indeks BU RT) dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menunjukkan, harga tujuh dari sembilan komoditas pokok mengalami kenaikan yang pesat.

Kenaikan ini juga mendukung laju inflasi di bulan Mei hingga mencapai 0,38 persen di sektor makanan dan minuman.

Baca Juga: Konvensi ALB Kadin Indonesia Batal Digelar Seiring Meningkatnya Covid-19

Peneliti CIPS Indra Setiawan memaparkan, di antara komoditas tersebut, harga daging mengalami kenaikan yang paling ekstrim.

Pasalnya, dari bulan April ke Mei 2021, harga daging naik sekitar tujuh persen, jauh lebih tinggi dibanding barang lainnya.

Harga daging sapi meningkat dari Rp 154.750 menjadi Rp 165.900. Harga ayam juga merangkak naik dari Rp 36.900 ke Rp 40.722.

Adapun kenaikan ini bisa disebabkan beberapa faktor, seperti adanya peningkatan permintaan yang terjadi semenjak awal bulan Ramadan.

Baca Juga: Wali Kota Surakarta Apresiasi Festival Kuliner Solo Gojek

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kelompok UKM di Sleman Didorong Bentuk Koperasi

Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:01 WIB

Hendi Dukung UMKM Naik Kelas Lewat Desain Kemasan

Senin, 25 Oktober 2021 | 17:47 WIB
X