Perkembangan Ekonomi Syariah Relatif Lambat, Perlu Akselerasi Baru

- Rabu, 23 Juni 2021 | 11:52 WIB
Edy Suandi Hamid. (suaramerdeka.com / dok)
Edy Suandi Hamid. (suaramerdeka.com / dok)

''Dari berbagai indikator seperti posisi ekonomi syariah di dunia, pangsa pasar, kontribusi sektor syariah terhadap produk halal, serta transaksi melalui digital terhadap produk halal menunjukkan bahwa ekonomi syariah di Indonesia terus  berkembang,” kata Rektor Universitas Widya Mataram (UWM).

“Perkembangan tersebut menimbulkan optimisme, terlebih beberapa sektor syariah cenderung bertahan di tengah dampak hebat dari pandemi Covid-19 saat ini,'' papar Edy.

Sektor Pariwisata Ramah Muslim (PRM) dan Fashion Muslim, jelasnya, terkontraksi sebesar -12.53 persen dan -8.87 persen akibat adanya aturan PSBB dan hambatan untuk pariwisata selama pandemi sehingga peran sektor PRM cenderung rendah.

Banyak faktor yang menjadi penghambat berkembangnya ekonomi syariah di era pandemi. Pengakuan eksistensi sistem ekonomi Islam baru akan diperoleh jika sistem ini mampu mendekatkan manusia pada pemecahan masalah-masalah pokok ekonomi.

Yakni yang berkaitan dengan produksi, konsumsi dan distribusinya. Ia menggagas harus ada strategi  mendorong ekonomi syariah Indonesia. Perlu penanaman nilai-nilai Islam melalui proses pendidikan dan keteladanan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

14 Pilihan Sistem Akuntansi Terbaik untuk Bisnis

Selasa, 7 Desember 2021 | 18:29 WIB

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB
X