Perkembangan Ekonomi Syariah Relatif Lambat, Perlu Akselerasi Baru

- Rabu, 23 Juni 2021 | 11:52 WIB
Edy Suandi Hamid. (suaramerdeka.com / dok)
Edy Suandi Hamid. (suaramerdeka.com / dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Perkembangan ekonomi syariah mengalami perkembangan meskipun relatif melambat jika dibandingkan pada saat awal kemunculannya pada tahun 1990-an.

Ekonomi syariah banyak terkonsetrasi pada sektor finansial yang akan melambat jika tidak didukung sektor riil.

''Tantangan dalam mengembangkan ekonomi syariah akan lebih mudah diatasi jika ada upaya yang serius dari semua pemangku kepentingan,” kata Ketua Dewan Pakar MES DIY, Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc pada Pembekalan Pengurus secara virtual.

Baca Juga: Ada Pihak Tertentu Diperiksa Komnas HAM lewat Pintu Belakang, Febri Diansyah: Tes atau Main Petak Umpet

“Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) tentu harus berada di garis depan  memberi pemikiran dan mengurai permasalahan yang ada,'' ungkapnya.

Ia mengatakan sektor riil perlu didorong agar berjalan seiring dengan sektor moneter dalam pengembangan ekonomi syariah.

Implementasi ekonomi syariah bukan saja pada level korporasi besar, namun juga pada ekonomi rakyat hingga lapis bawah.

Baca Juga: Stiepari Akan Dibawa Menuju Kampus Berorientasi Global

Pada perkembangannya, termasuk ekonomi kreatif berbasis digital. Ekonomi syariah jangan sampai tertinggal dalam implementasi digitalisasi.

Menurutnya perlu langkah-langkah sebagai upaya pengembangan ekonomi syariah antara lain membangun teori dan kebijakan, mendorong adanya payung hukum yang kuat, mensosialisasikan dan mempromosikan ekonomi syariah.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Optimis Konsisten, Tren Kiprah Investor Muda Melambung

Minggu, 17 Oktober 2021 | 06:40 WIB

KPR Danamon Raih Properti Indonesia Award 2021

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 19:12 WIB
X