Kemendag Perketat Pengawasan Setelah Ditemukan 444 Tautan Penjualan Bahan Berbahaya di Lokapasar

- Selasa, 22 Juni 2021 | 13:31 WIB
Kantor Kemendag. (foto: Dirjen PKTN) (Cun Cahya)
Kantor Kemendag. (foto: Dirjen PKTN) (Cun Cahya)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) akan terus memperketat pengawasan penjualan prekursor, bahan berbahaya (B2), dan botol bekas bahan kimia di berbagai lokapasar di Indonesia.

Hal ini menyusul ditemukannya 444 tautan penjualan produk prekursor, B2, serta botol-botol bekas produk kimia pada sejumlah lokapasar.

Dirjen PKTN Veri Anggrijono mengatakan, temuan ini merupakan hasil pengawasan yang dilakukan Ditjen PKTN sejak April 2021.

Baca Juga: Kesadaran Akan Penggunaan Kelapa Sawit yang Berkelanjutan Belum Banyak Timbul

"Kementerian Perdagangan akan terus melakukan pengawasan terhadap produk dan jasa yang diperdagangkan di lokapasar," katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa 22 Juni 2021.

Pengetatan pengawasan ini, lanjut Veri sekaligus juga untuk mencegah terulangnya kasus penggunaan potasium sianida, atau kalium sianida, dalam kasus sate beracun di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada April 2021 lalu.

Potasium sianida pada kasus tersebut dibeli secara daring dilokapasar secara bebas tanpa terikat dengan ketentuan yang berlaku atau melalui jalur tidak resmi/ilegal.

Baca Juga: Realisasi dari Transfer Daerah untuk Penanganan Covid-19 Masih Perlu Percepatan

Veri menjelaskan, perdagangan produk prekursor, B2, dan botol bekas produk kimia pada lokapasar terindikasi tidak sesuai dengan berat bersih dan jumlah dalam hitungan sebagaimana dinyatakan dalam label, mutu, ukuran, proses pengolahan, kondisi, jaminan, dan standar yang dipersyaratkan.

“Kami meminta pelaku usaha perdagangan melalui sistem elektronik untuk memperdagangkan produk yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk memenuhi kewajiban teknis yang telah diatur,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X