Kadin Ingatkan Efek Serius Pengenaan Pajak Sembako

- Selasa, 22 Juni 2021 | 08:38 WIB
Pajak Pertambahan Naik (PPN)/Ilustrasi Istimewa (Murdiyat Moko)
Pajak Pertambahan Naik (PPN)/Ilustrasi Istimewa (Murdiyat Moko)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto merespons rencana Pemerintah terkait pengenaan PPN sembako untuk komoditas premium.

Kadin menilai, saat ini, pengenaan PPN sembako dinilai belum begitu tepat, meski untuk komoditas premium sekalipun.

Kadin menilai pengenaan pajak sembako akan memengaruhi konsumsi dan iklim usaha komoditas yang membawa dampak berkelanjutan.

Baca Juga: Milenial Jangan Hanya Penikmat Kopi, Ayo Poduksi dan Pasarkan ke Internasional

Seperti diketahui, beberapa komoditas premium di perikanan di antaranya seperti ikan salmon, lobster dan lain-lain.

“Pada dasarnya kenaikan PPN ini akan menaikan variable cost perusahaan, di bagian perbekalan kapal dan konsumsi karyawan, dan yang nanti akan berefek juga pada kenaikan biaya hidup karyawan, inflasi naik, UMP naik, semuanya naik,” kata Yugi.

Tidak sampai di situ, efek lanjutan juga bisa berdampak pada nilai PNPB pascapanen yang dikhawatirka bahan baku yang dihasilkan tidak berdaya saing lagi.

Baca Juga: Desa Wisata Diharapkan Jadi Lokomotif Perkembangan Ekonomi

Yugi mengingatkan imbas pandemi Covid 19 telah dirasakan oleh masyarakat dan hampir sebagian besar pelaku usaha tanah air.

Di sisi lain, sektor yang berbasis sumber daya alam seperti perikanan dan akuakultur dinilai sebagai sektor usaha yang masih bisa diandalkan untuk menopang perekonomian.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X