Pertumbuhan UMKM Jadi Perhatian Serius Pemerintah, Saatnya Naik Kelas

- Sabtu, 19 Juni 2021 | 15:37 WIB
NAIK KELAS: Asisten 2 Sekda Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso bersama Kepala Disperindag Kota Magelang, Catur Budi Fajar meninjau stand peserta pameran UMKM Naik Kelas yang diadakan Komunitas Jumputan di Artos Mall.(suaramerdeka.com/Asef Amani)
NAIK KELAS: Asisten 2 Sekda Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso bersama Kepala Disperindag Kota Magelang, Catur Budi Fajar meninjau stand peserta pameran UMKM Naik Kelas yang diadakan Komunitas Jumputan di Artos Mall.(suaramerdeka.com/Asef Amani)

 

MAGELANG, suaramerdeka.com - Pemkab Magelang komitmen terus memperhatikan kelangsungan dan pertumbuhan UMKM yang jumlahnya sangat besar. Ada lebih dari 109 ribu UMKM di Kabupaten Magelang yang selama ini telah berkontribusi besar dalam menggerakkan roda perekonomian.

Hal itu dikatakan Asisten 2 Sekda Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso saat menghadiri pameran UMKM bertema "UMKM Naik Kelas" yang diadakan Komunitas Jumputan di atrium Artos Mall, Jumat (18/6). Dalam pameran yang dihelat Jumat-Minggu (18-20/6) ini Iwan menyampaikan sambutan tertulis Bupati Magelang, Zaenal Arifin.

"Bentuk perhatian yang telah diberikan di antarannya diterbitkan Perda Kabupaten Magelang Nomor 9 Tahun 2017 tentang Pemberdayaan Usaha Mikro. Regulasi ini diharapkan bisa memberikan perlindungan dan manfaat untuk masyarakat pelaku bisnis pada umumnya dan pelaku UMKM pada khususnya," ujarnya.

Baca Juga: Blak-blakan Bongkar Isi Saldo Rekening, Raffi Ahmad: Saya Gak Tahu Cara Transfer

Dia menuturkan, kebijakan ini dilakukan karena Pemkab Magelang memandang UMKM di samping memiliki peran dan kedudukan yang strategis sebagai kegiatan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja, memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat, juga mampu berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan.

Usaha mikro sebagai salah satu pelaku pembangunan ekonomi di daerah, katanya, perlu diberdayakan melalui pendataan dan pendaftaran, kemitraan dan jejaring usaha, fasilitasi perizinan dan standardisasi, pengembangan sumber daya manusia, pembiayaan, produksi serta produktivitas dan pemasaran

"Termasuk di dalamnya usaha yang dilakukan oleh rekan-rekan Jumputan (Jum’at Motret Produk Gratisan), yang mengangkat produk-produk lokal Kabupaten Magelang, dalam hal pemasaran," katanya.

Baca Juga: Ratusan Anggota Senkom Polri Ikuti Pelatihan Tracer untuk Tenaga Tracing di Daerah

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BSN Bikin Etalase Digital Produk UKM Ber-SNI

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:25 WIB

Ganjar Melapak, UMKM Kembali Tersenyum

Sabtu, 20 November 2021 | 11:24 WIB

32.620 Debitur di Magelang Terima Pinjaman Ultra Mikro

Minggu, 14 November 2021 | 21:30 WIB
X