Ayo, Laporkan Pajak Penghasilan Anda! Gunakan Kemudahan Klikpajak.id untuk E-SPT PPh 23 Anda

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 05:15 WIB
Ilustrasi pajak penghasilan. (klikpajak)
Ilustrasi pajak penghasilan. (klikpajak)

Tetapi, agar dapat melakukan pembayaran pajak, Anda diharuskan membuat ID Billing terlebih dahulu.

Bukti Potong PPh 23
Sebagai tanda bahwa PPh 23 telah terpotong, pihak pemotong harus memberikan bukti potong (rangkap kesatu) yang sudah lengkap kepada pihak yang dikenakan pajak tersebut dan bukti potongan (rangkap kedua) pada saat melakukan e-Filing pajak PPh 23 di OnlinePajak.

Pelaporan PPh 23

Pelaporan dilakukan oleh pihak pemotong dengan cara mengisi SPT Masa PPh 23, kemudian bisa melaporkannya melalui fitur lapor pajak online atau e-Filing pada OnlinePajak.

Jatuh tempo pelaporan sendiri adalah tanggal 20, sebulan setelah terutang pajak penghasilan 23.

Jika sebelum ini perhitungan, pembayaran dan pelaporan PPh 23 dilakukan secara terpisah-pisah, kini ketiga hal tersebut bisa dilakukan dengan satu aplikasi OnlinePajak untuk E-SPT PPh 23 yang terintegrasi, mudah, otomatis dan juga lebih cepat.

Tarif PPh 23 dan Objeknya

Tarif PPh 23 dikenakan atas nilai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) atau jumlah bruto pada penghasilan.

Ada dua jenis tarif yang dikenakan pada penghasilan yaitu 15% dan juga 2%, tergantung objek PPh 23 tersebut. Berikut ini adalah daftar tarif dan objek pada PPh 23 :

1. Tarif 15% jumlah bruto atas : Dividen, kecuali pembagian dividen kepada orang pribadi dikenakan final, bunga serta royalti; Hadiah dan juga penghargaan, selain yang telah terpotong PPh pasal 21;

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Artikel Terkait

Terkini

Waspada! Ini Ciri-ciri Modus Penipuan Pinjaman Online

Kamis, 24 November 2022 | 10:36 WIB
X