Masyarakat Diedukasi soal Literasi Keuangan Termasuk Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong

- Sabtu, 13 Agustus 2022 | 08:24 WIB
Sosialisasi program Jateng Gemi lan Nastiti sekaligus kredit pertanian nol persen dari OJK. (suaramerdeka.com / Modesta Fiska)
Sosialisasi program Jateng Gemi lan Nastiti sekaligus kredit pertanian nol persen dari OJK. (suaramerdeka.com / Modesta Fiska)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Maraknya investasi bodong dan juga pinjaman online (pinjol) ilegal harus diwaspadai masyarakat.

Minimnya edukasi literasi keuangan membuat Kantor Regional III OJK Jawa Tengah-Yogyakarta terus mengakselerasi terkait hal ini.

Gerakan Jateng Gemi lan Nastiti misalnya, berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan terintegrasi termasuk soal pinjol dan investasi bodong.

Baca Juga: Baca Asmara Zodiak Hari Ini 13 Agustus 2022: Rencana Sensual Leo, Cancer Ketemu Mantan, Virgo Stres?

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 3 Jateng DIY Aman Santosa mengungkapkan, Gerakan Jateng Gemi lan Nastiti adalah upaya memberdayakan serta mendampingi pelaku UMKM.

Banyak aspek yang difokuskan mulai dari pengelolaan keuangan dengan baik hingga bagaimana mengakses permodalan tanpa khawatir terjerat pinjaman ilegal atau investasi bodong.

''Kami lakukan secara masif edukasi ini agar bisa menjangkau masyarakat luas termasuk UMKM,'' kata Aman saat sosialisasi program Jateng Gemi lan Nastiti sekaligus kredit pertanian nol persen.

Baca Juga: Karim Benzema, Thibaut Courtois, dan Kevin De Bruyne Masuk Nominasi Pemain Terbaik UEFA 2021/2022

Menurut Aman, kegiatan Gemi lan Nastiti akan menjadi proyek percontohan dalam mengatur dan mengelola keuangan bagi pelaku UMKM.

Pihaknya juga bekerjasama dengan marketplace seperti Tokopedia untuk meningkatkan akses pemasaran yang lebih baik tidak hanya bersifat lokal tapi hingga ke luar negeri.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BPR Arto Moro Terima Penghargaan Infobank Award 2022

Sabtu, 24 September 2022 | 14:23 WIB
X