Bos Indofood: Harga Mi Instan Bisa Naik, Tapi Tidak 3x Lipat

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 17:34 WIB

Ia menambahkan, Indonesia mengimpor gandum dari banyak negara. Apalagi, saat ini beberapa negara yang dimaksud juga sedang panen gandum. Jadi, kata dia, pasokan gandum dalam negeri tak akan banyak terpengaruh.

Baca Juga: SLTA Se-Kota Semarang Laksanakan Implementasi Kurikulum Merdeka Mandiri dan Asesmen Nasional

"Hari ini di bulan, dari bulan Juli-Agustus, Amerika, Kanada, Panen. Rusia panen, nanti sebentar lagi Argentina panen. Tidak perlu diributin lah. Nggak ada yang perlu ditakut-takutin kepada konsumen kita," katanya.

Lebih lanjut Franky menjelaskan, harga gandum saat ini sudah mencapai level tertinggi dan tak akan mengalami kenaikan lagi. Jadi tak banyak mempengaruhi kenaikan harga mie instan.

"Harga gandum memang sudah yang tertinggi hari ini. Ya susah, tidak akan naik lagi. Saya tidak melihat harga gandum internasional akan lebih tinggi dari hari ini," tuturnya.

Baca Juga: Putri Candrawathi Kirim Pesan Menyentuh untuk Brigadir J, Benarkah Ada Hubungan Spesial?

Dalam periode tahun marketing Juli-April tahun 2021/2022, sumber pasokan gandum impor gandum Indonesia adalah terutama dari Australia (33,1%), Ukraina (28,7%), Argentina (13,4%), Kanada (11,3%), dan AS (1,4%).

Seiring pergerakan aktivitas ekonomi, impor gandum Indonesia tahun 2022/2023 diprediksi bakal naik ke 11,5 juta ton.

Tradingeconomics mencatat, harga gandum di sesi perdagangan hari ini (Rabu, 10/8/2022 pukul 13.27 WIB) naik ke US$7,83 per bushel. Posisi ini tidak jauh berbeda dengan harga di medio Februari tahun 2022. Atau, sebelum perang Rusia-Ukraina pecah.

Baca Juga: Dikabarkan Sudah Menikah, AKP Rita Yuliana Bantah Isu Dekat dengan Irjen Ferdy Sambo

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inilah 2 Cara Cek Tarif JNE Tanpa Ribet!

Selasa, 6 Desember 2022 | 18:42 WIB
X