Bos Indofood: Harga Mi Instan Bisa Naik, Tapi Tidak 3x Lipat

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 17:34 WIB

SEMARANG, suaramerdeka.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mewanti-wanti kenaikan harga mi instan dalam waktu dekat. Bahkan bisa tiga kali lipat, akibat kenaikan harga gandum dampak perang Rusia-Ukraina.

Setelah Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), Franky Welirang, pun buka suara terkait isu kenaikan harga mie instan.

Franky tak menampik, gandum yang masuk pada Agustus hingga September bisa saja menjadi harga gandum tertinggi.

Baca Juga: Viral! Pernyataan Tegasnya Terkait Kode Etik Polri, Irjen Ferdy Sambo Bak Menjilat Ludah Sendiri

"Tapi, kenaikan ini tak berdampak banyak terhadap harga mie," ujar Franky.

Menurutnya, kenaikan harga mie tak akan signifikan. Sebab, terigu yang dihasilkan dari biji gandum bukan satu-satunya komponen utama.

"Kalau tahu costing mie instan baru orang mengerti bahwa mi instan bukan hanya terigu, komponen terigunya juga tidak besar-besar amat," katanya.

Baca Juga: Pesulap Merah Sebut jadi Pawang Hujan Gampang di Zaman Sekarang, Modalnya Cuma Ini

Disampaikannya, harga mi instan bisa naik, tetapi berlebihan jika 3 kali lipat. Menurutnya, logis jika harga mie instan mengalami kenaikan. Namun, bukan kenaikan yang tinggi.

"Harga mie instan bisa saja naik, bisa saja. Tapi kalau ada pernyataan yang mengatakan bisa 3 kali lipat, itu berlebihan. Sangat-sangat berlebihan," kata Franky

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hotel Ciputra Semarang Salurkan Beasiswa Pendidikan

Sabtu, 24 September 2022 | 20:31 WIB

Healing Time di Novotel Semarang Aja

Sabtu, 24 September 2022 | 15:21 WIB

Animo Masyarakat Tetap Tinggi Miliki Rumah Subsidi

Selasa, 20 September 2022 | 22:36 WIB
X