Pengendalian Inflasi, Pemerintah Perlu Menurunkan hingga Ambang Batas Wajar

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 15:47 WIB
Ekonom INDEF Eka Puspitawati. ( foto: dok INDEF)
Ekonom INDEF Eka Puspitawati. ( foto: dok INDEF)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kenaikan  harga makanan dan energi menggerek inflasi bergerak naik.

Bahkan sampai kisaran yang anomali bagi inflasi pangan.

Tugas pemerintah untuk mengendalikan harga, menurunkan inflasi sampai ke ambang batas wajar.

Mengenai langkah yang diambil pemerintah untuk menjaga harga pangan, Ekonom INDEF Eka Puspitawati berpendapat, pemerintah juga perlu memastikan kesediaan barang dan memperhatikan efek psikologis masyarakat.

Baca Juga: Gembiranya 6 Zodiak Ini, Dikepung Rezeki dan Cuan dalam Waktu Dekat

“Kunci biar terkendali, selain usaha yang dilakukan pemerintah. Usaha riil yang dilakukan misal Operasi Pasar, gimana cara agar suplai pangan dan energi tetap ada untuk menghindari inflasi yang lebih tinggi, maka pemerintah harus bisa menenangkan psikologi dari masyarakat,” ungkap Eka, Kamis, 11 Agustus 2022.

Ada istilah, expected inflation atau inflasi yang didorong dari ekspektasi berlebihan atau merasa ketakutan.

Jika terjadi ketakutan di masyarakat, maka harga akan lebih cepat naik.

Namun menurut dia, ketakutan ini lebih banyak dirasakan oleh pihak swasta.

Baca Juga: Berbahagialah 5 Zodiak Ini, Selalu Berkawan Keberuntungan dan Rezeki, Salah Satunya Anda?

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X