PEN Berakhir, Disiapkan Paket Kebijakan Baru, Akademisi: Pemerintah Tak Akan Gegabah

- Senin, 8 Agustus 2022 | 16:18 WIB
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Teguh Dartanto. (foto: youtube FIB UI)
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Teguh Dartanto. (foto: youtube FIB UI)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tidak akan berlanjut di tahun 2023.

Keputusan ini diambil seiring melandainya kasus Covid-19 di Tanah Air dan membaiknya pemulihan ekonomi nasional.

Namun sejumlah pengamat memprediksi, pemerintah akan menyiapkan paket baru sebagai pengganti PEN.

“Saya rasa pemerintah tidak akan gegabah menghilangkan begitu saja Program PEN tanpa adanya pengganti. Saya yakin pemerintah akan tetap melakukan mitigasi ketidakpastian kondisi ekonomi di tahun depan,” kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Teguh Dartanto, Senin, 8 Agustus 2022.

Baca Juga: Berbahagialah 6 Zodiak Ini, Dikunjungi Keberuntungan dan Rezeki Bikin Saldo Tabungan Melimpah

Lebih lanjut, Teguh menjelaskan, tahun 2023 akan sangat menantang dalam segi ekonomi.

“Kondisi perekonomian global yang sedang mengalami stagflasi dan menuju resesi cepat atau lambat dampaknya akan merambat ke dalam negeri dengan kenaikan harga energi dan produk makanan dan Industri serta pelemahan ekonomi domestik,“ jelas Teguh.

Sementara itu, di Indonesia tahun 2023 adalah tahun politik, jelang Pemilu 2024.

“Tahun 2023 sudah memasuki tahun politik, sehingga hampir tidak mungkin pemerintah akan melakukan perubahan drastis dalam kebijakan ekonominya. Saya rasa akan tetap ada program pemulihan ekonomi dalam bentuk-bentuk lain atau reorganisasi yang sudah ada saat ini,“ ujar Teguh.

Baca Juga: Bergembiralah 6 Zodiak Ini, Bakal Beruntung dan Disambangi Rezeki Tidak Terduga di Minggu Ke-2, Agustus 2022

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X