Indonesia Banyak Gunakan NTM untuk Sektor Pangan dan Pertanian

- Jumat, 18 Juni 2021 | 13:30 WIB
Ilustrasi tarif. (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi tarif. (suaramerdeka.com / dok)

Indonesia berada pada posisi ke-65 dari 113 negara yang diteliti dalam Global Food Security Index oleh the Economic Intelligence Unit.

Baca Juga: Cegah Covid-19, Perusahaan di Jepara Diminta Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Indonesia merupakan salah satu negara yang paling banyak menggunakan NTM, termasuk dalam bentuk kuota, pembatasan perizinan dan pengenaan pungutan, peraturan sanitasi atau phytosanitary, hambatan teknis pada perdagangan dan inspeksi pra-pengiriman.

Banyaknya hambatan ini menempatkan Indonesia di urutan ke-70 dari 86 negara dalam Trade Barrier Index 2019. Pada bulan Januari 2021 tercatat diberlakukannya NTM pada 466 jenis barang dan jasa komoditas makanan dan pertanian yang mencakup hampir seluruh jenis produk. 

Dengan berbagai komoditas yang memiliki keuntungan komparatif seperti minyak sawit, kopi, biji-bijian, rempah-rempah serta produk makanan dan minuman olahan, Indonesia memiliki potensi bersaing di pasar global dan meningkatkan ekspor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun tingginya harga bahan baku impor dan penggunaan NTM mengurangi daya saing produk finalnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Go Digital, Milenial Bisa Selamatkan UMKM

Selasa, 28 September 2021 | 14:31 WIB

Terhimpit Pandemi, Capaian Pajak Hiburan di Sleman Rendah

Selasa, 28 September 2021 | 14:13 WIB

Harga Telur Anjlok, Peternak Sebut Ada 3 Faktor Penyebab

Senin, 27 September 2021 | 16:00 WIB

Sinergi Hippindo dan Kadin Jawa Tengah Serap Produk UMKM

Senin, 27 September 2021 | 13:29 WIB

PLN Cari Mitra Usaha untuk Bangun Lebih dari 100 SPKLU

Senin, 27 September 2021 | 11:34 WIB
X