Harga Emas Berjangka Terjungkal Usai Investor Mempercepat Aksi Jual

Ant
- Jumat, 18 Juni 2021 | 07:45 WIB
ilustrasi emas. (pixabay)
ilustrasi emas. (pixabay)

CHICAGO, suaramerdeka.com – Setelah sempat menguat sehari sebelumnya, harga emas berjangka terjungkal pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).

Penurunan itu disebabkan investor mempercepat aksi jual mereka sehari setelah membukukan keuntungan moderat.

Hal ini terseret mengguatnya dolar setelah Federal Reserve (Fed) AS memberikan nada hawkish pada strategi moneternya.

Baca Juga: Delapan Ruas Jalan Kota Semarang Kembali Ditutup, Lalu Lintas Dialihkan

Untuk pengiriman Agustus, kontrak harga emas paling aktif di divisi Comex New York Exchange, terjun 86,6 dolar AS atau 4,65 persen, menjadi ditutup pada 1.774,80 dolar AS per ounce.

Sehari sebelumnya, Rabu (16/6/2021) emas berjangka naik 5 dolar AS atau 0,27 persen menjadi 1.861,40 dolar AS.

Harga emas berjangka tergelincir 9,5 dolar AS atau 0,51 persen menjadi 1.856,40 dolar AS pada Selasa (15/6/2021).

Sebelumnya, emas anjlok 13,7 dolar AS atau 0,73 persen menjadi 1,865,90 dolar AS pada Senin (14/6/2021), dan terpuruk 16,8 dolar AS atau 0,89 persen menjadi 1.879,60 dolar AS pada Jumat (11/6/2021).

Baca Juga: PPKM Mikro Diperpanjang, Peran Puskesmas Diposisikan Kian Sentral

Mayoritas dari 11 pejabat Fed pada Rabu (16/6/2021) memproyeksikan setidaknya dua seperempat poin kenaikan suku bunga untuk tahun 2023.

Namun, para pejabat berjanji untuk menjaga kebijakan tetap mendukung untuk saat ini guna mendorong pemulihan lapangan pekerjaan.

Pengumuman itu mengangkat dolar ke level tertinggi lebih dari dua bulan, mengikis daya tarik emas bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.

Hal itu juga mendorong lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

"Dot plot the Fed memberikan perubahan nada yang jelas, pada akhirnya menunjukkan bahwa meskipun The Fed terus menegaskan kembali bahwa inflasi bersifat sementara, penilaian formal mereka terhadap risiko terhadap ekonomi jelas lebih hawkish," kata Ahli Strategi Komoditas TD Securities, Daniel Ghali.

Sementara, harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 1,956 dolar AS atau 7,03 persen menjadi ditutup pada 25,856 dolar AS per ounce.

Platinum untuk pengiriman Juli anjlok 86,7 dolar AS atau 7,59 persen menjadi ditutup pada 1.055,2 dolar AS per ounce.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X