Manajemen Kurang Terbuka, DPR: Perlu Pertimbangkan Skema Penyelamatan Garuda

- Kamis, 17 Juni 2021 | 16:33 WIB
Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (17/6). (suaramerdeka.com/dok)
Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (17/6). (suaramerdeka.com/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Permasalahan yang membelit Garuda-Indonesia">Garuda Indonesia, dinilai tidak lepas dari sikap manajemen yang kurang terbuka. Padahal, keterbukaan itu bisa mempercepat penyelesaian masalah Garuda.

"Saya melihat masih banyak yang belum terbuka di Garuda. Saya tidak tahu, apakah itu bagian dari strategi atau apa," kata Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (17/6).

Hal itu disampaikannya dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema 'Garuda-Indonesia">Garuda Indonesia Anjlok, Bagaimana Upaya Penyelematan BUMN di Era Pandemi?' Menurutnya, ketidakterbukaan itu justru memunculkan masalah baru.

Baca Juga: Perilaku Masyarakat Disiplin Prokes Tentukan Suksesnya Pengendalian Covid-19

"Karena hal itu membuat permasalahan yang dialami oleh Garuda semakin berat. Saya berharap, Garuda segera menyelesaikan negosiasi internal untuk mengatasi fix cost dan negosiasi dengan lessor," ujarnya.

Dia menambahkan, sudah banyak pesawat Garuda yang diambil. Sehingga, Garuda hanya menerbangkan 41 pesawat dari 249 unit, karena pesawat kecil yang sebelumnya biasa dioperasikan telah diambil.

"Hal lain yang juga belum selesai adalah negosiasi dengan para pilot. Di mana biaya yang dikeluarkan untuk menggaji para pilot, sangat besar," tandasnya.

Hasil negosiasi itu menurutnya perlu dibuka. Sehingga, berapa besar yang harus dibayarkan juga diketahui dengan pasti.

Baca Juga: Hendi: Mutasi Varian Baru Covid-19 Atau Lama Sama-Sama Bahayanya

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hyundai Optimistis Creta Bisa Merajai Segmen SUV

Rabu, 1 Desember 2021 | 19:52 WIB
X