Industri Mamin Masih Impor Bahan Baku, Produksi Komoditas Dalam Negeri Tak Mencukupi

- Kamis, 17 Juni 2021 | 13:50 WIB
Industri makanan. (Julio César Velásquez Mejía from Pixabay)
Industri makanan. (Julio César Velásquez Mejía from Pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Dari segi input industri makanan dan minuman masih mengimpor bahan baku karena produksi komoditas dalam negeri seringkali tidak mencukupi kuantitas dan kualitas untuk diproses.

Misalnya gandum, bahan utama mie instan, hampir 100 persen bersumber dari impor karena belum bisa ditanam secara optimal di Indonesia.

Peneliti CIPS Felippa Ann Amata menuturkan, meski Indonesia termasuk dalam lima besar produsen cokelat dunia, produsen cokelat di Indonesia juga harus mengandalkan biji kakao impor karena rendahnya kualitas biji kakao Indonesia.

Baca Juga: PMI Jateng Dapat Penuhi Donor Plasma Konvalesen 10.136 Kantong

“Terlepas dari kelangkaan bahan baku untuk keperluan industri, perusahaan juga harus melalui proses perizinan impor yang rumit dan menunggu pelepasan kuota impor oleh kementerian terkait, termasuk Kementerian Perindustrian,” kata Felippa.

“Banyak NTM yang dikenakan pada bahan pangan dan pertanian untuk keperluan industri, seperti dalam kasus gula, dimaksudkan untuk mendorong keterkaitan ke belakang dengan ekonomi dalam negeri, untuk memprioritaskan produksi dalam negeri, dan untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri. Namun dampaknya seringkali tidak efektif,” jelas Felippa.

CIPS merekomendasikan tiga hal yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak dari NTM.

Baca Juga: Kaspersky dan BSSN Tandatangani MoU Pengembangan Kapabilitas Keamanan Siber Indonesia

Kementerian Perdagangan sebaiknya melakukan peninjauan kembali atau evaluasi yang menyeluruh atas NTM yang ada dengan mengidentifikasi keuntungan atau kerugian tiap NTM serta menghapus hambatan yang memiliki biaya tinggi.

Bersama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan juga sebaiknya mempertimbangkan penguatan infrastruktur serta sistem untuk menekan biaya kepatuhan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Emas Naik di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:48 WIB

Tekan Biaya Operasional Logistik dengan Dexlite

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:24 WIB
X