Kebijakan Non-Tarif Pengaruhi Perkembangan Industri Mamin Indonesia

- Kamis, 17 Juni 2021 | 13:08 WIB
Industri makanan. (suaramerdeka.com / dok)
Industri makanan. (suaramerdeka.com / dok)

Industri mamin sangat terintegrasi dalam perdagangan global, baik untuk sumber bahan bakunya maupun untuk mengekspor produknya.

Baca Juga: Dukung Transformasi Pendidikan Tinggi Indonesia, Presiden Sebut Perlu Perubahan Pola Pikir

Industri tersebut memberikan kontribusi nilai ekspor tertinggi di antara industri manufaktur lainnya, yakni mencapai USD 13,7 miliar pada semester I-2020, meningkat sebesar 10,2 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu juga mengimpor bahan baku senilai USD 5,6 miliar pada periode yang sama, berdasarkan Kementerian Perindustrian 2020.

Meningkatnya jumlah NTM di Indonesia dan mitra dagangnya membatasi akses perusahaan ke pasar global dan dapat mengurangi produktivitas dan daya saing mereka.

NTM dapat memengaruhi perusahaan dan industri dalam dua cara, yaitu dengan meningkatkan biaya input atau dengan menerapkan langkah-langkah saat mengekspor ke negara lain.

“Mereka membebankan biaya tambahan untuk bisnis melalui biaya penegakan, biaya sumber, dan biaya adaptasi proses,” kata Felippa.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Fed Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga, Emas Merangkak Naik

Kamis, 23 September 2021 | 08:12 WIB
X