Pengelolaan SDA Secara Berkeadilan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

- Selasa, 28 Juni 2022 | 15:32 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memberi keterangan dalam Kongres Kehutanan Indonesia ke VII bertajuk Strategi Sentra Bisnis UKM Kehutanan. (suaramerdeka.com / dok Kemenkop dan UKM)
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memberi keterangan dalam Kongres Kehutanan Indonesia ke VII bertajuk Strategi Sentra Bisnis UKM Kehutanan. (suaramerdeka.com / dok Kemenkop dan UKM)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengatakan, pengelolaan sumber daya alam hutan dan lingkungan yang dikelola secara berkeadilan akan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, hingga memperkecil kesenjangan ekonomi antarwilayah.

Teten Masduki dalam Kongres Kehutanan Indonesia ke VII bertajuk Strategi Sentra Bisnis UKM Kehutanan, Jakarta, Selasa 28 Juni 2022, menekankan perlunya penguatan sektor pertanian Indonesia, salah satunya dengan membentuk korporatisasi petani lewat koperasi.

Kementerian Koperasi dan UKM, kata Teten Masduki, tengah fokus untuk mengembangkan model bisnis pada perhutanan sosial melalui koperasi agar ekonomi rakyat semakin berdaya dan mandiri.

Baca Juga: Mudah, Ini Cara Daftar MyPertamina untuk Beli Pertalite dan Solar Tanpa Aplikasi

"Petani skala kecil harus berhimpun dalam koperasi agar mempunyai posisi tawar yang kuat, Integrasi usaha hulu-hilir dengan pelibatan kemitraan para pihak dalam rantai pasok (inclusive closed loop), adopsi teknologi, akses pembiayaan, terhubung dengan offtaker, dan memiliki tata kelola dan manajemen professional," kata Teten Masduki.

Lebih lanjut, Kementerian Koperasi dan UKM sedang melakukan piloting komoditas prioritas, yang diharapkan ke depan dapat direplikasi khususnya di wilayah perhutanan sosial.

Piloting ini salah satunya ialah Koperasi Pesantren Al-Ittifaq yang mengakomodasi komoditas hortikultura dan beranggotakan 1.267 orang dan menjadikan AEON, SuperIndo, dan Yogya Group sebagai offtaker.

Baca Juga: Sertifikasi Metode Ummi bagi Guru, Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Alquran

Selain itu, ada juga Koperasi Tani Hijau Makmur dengan komoditas pisang yang mampu mengekspor pisang mas sebanyak 114 boks setiap minggu selama satu tahun dengan nilai ekspor 60.642 dolar AS.

"Ada pula koperasi pemasaran BUMR Paramasera sebagai penghasil kacang koro yang mampu menjadi alternatif pengganti kedelai sebagai bahan baku pembuatan tempe dan tahu (substitusi impor)," kata Menteri Teten.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X