Lima Kali Berturut-turut, Harga Minyak Dunia Kembali Menguat di Akhir Perdagangan

Ant
- Kamis, 17 Juni 2021 | 08:24 WIB
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)
Kilang Minyak. (Dariusz Kopestynski from Pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Untuk hari kelima berturut-turut, harga minyak dunia kembali menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).

Kenaikan terjadi setelah data menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan ketika para penyulingan AS menarik lebih banyak persediaan minyak mentah untuk meningkatkan aktivitas dan memenuhi permintaan yang pulih.

Untuk pengiriman Agustus, minyak mentah berjangka Brent naik 40 sen atau 0,5 persen menjadi menetap di 74,39 dolar AS per barel. Itu menjadi penutupan tertinggi sejak April 2019 dan mencatat kenaikan selama lima hari berturut-turut.

Baca Juga: Covid-19 Varian Delta Punya 2 Dampak, Ini Penjelasan Ketua Pokja Genetik FKKMK UGM

Untuk pengiriman Juli, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS bertambah 3 sen menjadi ditutup pada 72,15 dolar AS per barel, setelah sempat mencapai puncak sesi di 72,99 dolar AS, tertinggi sejak Oktober 2018.

Dalam seminggu terakhir yang berakhir 11 Juni, persediaan minyak mentah AS turun 7,4 juta barel. Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan, karena pemanfaatan penyulingan naik menjadi 92,6 persen, tertinggi sejak Januari 2020, sebelum pandemi melanda.

Penarikan persediaan lebih kuat dari yang diperkirakan, didorong juga oleh ekspor sebagai sinyal lain dari peningkatan permintaan di seluruh dunia.

Baca Juga: Kwik Kian Gie Minta Pemerintah Fokus dalam Penanganan Pandemi Covid-19, bukan Soal Pajak

“Dengan kilang berjalan lebih dari 16 juta barel per hari dan ekspor yang terus kuat, akan sulit bagi persediaan untuk menghindari penarikan yang konsisten saat kami mendorong ke puncak musim mengemudi musim panas,” kata Matthew Smith, direktur penelitian komoditas di ClipperData.

Brent telah naik 44 persen tahun ini, didukung oleh pengurangan pasokan yang dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, dan pemulihan permintaan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X