Adapun daun yang digunakan di antaranya daun sena, eucalyptus, kolega, kenikir di mana menonjolkan ragam flora di Indonesia.
Pewarna yang digunakan juga menggunakan bagian tumbuhan seperti dari daun dan batang.
Totebag dan alat pukul diberikan secara gratis sehingga dapat menjadi modal peserta dalam mencoba di rumah.
Tak hanya itu, peserta juga diberikan pengetahuan mengenai kualitas produk ecoprint yang baik serta bagaimana merawat produk ecoprint ketika mencuci.
Baca Juga: 28 Juni 2022 Masuk Weton Selasa Kliwon, Ini Keistimewaannya Menurut Primbon Jawa
"Pelatihan ini dapat digunakan untuk melestarikan kerajinan ecoprinting serta membuka kesempatan bagi mereka untuk berkreasi dan membuka usaha ecoprint dengan karakteristik yang unik," ucap Nur Hetty selaku pembicara yang juga pemilik Gallery Yu Paijem.
Dirinya berharap, pendampingan dan pelatihan ini mampu meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.
Selain itu, dirinya juga berharap para perajin diberikan kiat agar mampu memasarkan produk secara luas.
"Bahkan kalau bisa sampai mancanegara," imbuhnya.***
Artikel Terkait
Hasilkan Uang dari Masker-Kerudung Ecoprint
Angkat Fashion Ramah Lingkungan dengan Ecoprint
Lebih Mudah Dicerna, Ecoprint Teknik Pounding untuk Pembelajaran IPA
Tingkatkan Keterampilan, Pelaku Wisata Bergas Kidul Dibekali Pelatihan Ecoprint
FISIP Undip Berikan Pelatihan Digital Marketing Perajin Ecoprint Desa Serang