Asosiasi Depo Isi Ulang Sayangkan Pernyataan Ketua BPOM soal Depo Air Minum Isi Ulang

- Senin, 27 Juni 2022 | 17:00 WIB
Salah satu aktivitas di depot galon isi ulang. (suaramerdeka.com / dok pribadi)
Salah satu aktivitas di depot galon isi ulang. (suaramerdeka.com / dok pribadi)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua Asosiasi di Bidang Pengawasan dan Perlindungan terhadap Para Pengusaha Depot Air Minum (Asdamindo), Erik Garnadi menyesalkan pernyataan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito.

Kala itu, Penny mengatakan, keamanan air minum yang ada di depo-depo air minum isi ulang bukan tanggung jawab BPOM dalam pengawasan.

“Itu kan sama saja BPOM tidak peduli atau cuek terhadap kesehatan masyarakat yang menggunakan air minum isi ulang dari depo-depo air," kata Erik.

Baca Juga: Puncak Haji Tahun Ini, Layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina Lebih Sempurna

"Meskipun tidak dalam pengawasannya, seharusnya kalau memang ada temuan BPOM bahwa BPA dalam kemasan itu berbahaya, kan itu harus juga didiskusikan bersama kementerian terkait lainnya seperti Menteri Kesehatan, Menteri Perindustrian, dan Menteri Perdagangan supaya sama-sama memikirkan solusinya,” ujar Erik.

Dengan pernyataannya itu, kata Erik, itu mengisyaratkan BPOM tidak mengikuti arahan Presiden yang pernah mengingatkan para menteri dan kepala lembaganya untuk selalu berkoordinasi dan konsolidasi bersama.

Jadi, keluar kebijakan yang sudah solid dan berguna bagi kemajuan bangsa dan negara, dengan menghilangkan ego sektoral, apalagi ego kementerian dan ego kepala lembaga.

“Jadi, seorang kepala lembaga itu tidak boleh hanya mengedepankan ego kepala lembagaannya,” katanya.

Baca Juga: Praktik Ilmu Gaib Kerap Digunakan dalam Persaingan Politik, Ini Salah Satu Jasa yang Paling Diminati

Dia mengatakan persoalan BPA ini sebetulnya lebih berat di depo-depo air isi ulang dibanding dengan air minum dalam kemasan (AMDK).

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X