Tunjukkan Tren Positif, Kemenperin Pacu Inovasi Industri Mainan Anak

- Rabu, 16 Juni 2021 | 19:33 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: dok. kemenperin
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: dok. kemenperin

JAKARTA, suaramerdeka.com - Industri mainan anak di tanah air didorong untuk meningkatkan inovasi produknya sehingga mampu berdaya saing dengan produk impor.

Apalagi, Indonesia sebagai pasar yang besar menjadi peluang bagi pengembangan industri mainan anak.

Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021.

“Kami berupaya untuk meningkatkan kinerja industri mainan anak agar dapat memberikan kontribusi signfikan terhadap perekonomian nasional,” kata Menperin, dalam keterangan resminya yang dikutip suaramerdeka.com dari laman resmi Kemenperin.

Baca Juga: UGD Tutup Puskesmas Tutup Jam 5 Sore, Bupati Solok Mengamuk Jadi Viral

Menperin mengatakan, performa industri mainan anak nasional menunjukan tren yang positif. Hal ini tercermin dari capaian nilai ekspornya yang kian meningkat selama tiga tahun terakhir.

Pengapalan produk mainan anak menembus USD320 juta sepanjang 2018, melonjak jadi USD343 pada 2020.

Menurutnya, Kementerian Perindustrian terus mendorong industri mainan anak di tanah air semakin meningkatkan inovasi produknya sehingga mampu berdaya saing dengan produk impor.

Apalagi, Indonesia sebagai pasar yang besar menjadi peluang bagi pengembangan industri mainan anak.

Baca Juga: Tak Terima Disebut Mandul, Nora Alexandra Pamer Hasil USG di Instagram Story

“Kami berupaya untuk meningkatkan kinerja industri mainan anak agar dapat memberikan kontribusi signfikan terhadap perekonomian nasional,” ujar Menprin.

“Potensi kita terdapat 131 unit usaha mainan anak pada skala industri menengah dan besar. Dari jumlah unit usaha tersebut, telah mempekerjakan lebih 36 ribu orang. Artinya, sektor padat karya ini temasuk yang memiliki orientasi ekspor,” paparnya.

Menperin memberikan apresiasi atas peluncuran mainan Bima S sebagai karya anak bangsa yang patut dibanggakan. “Dengan adanya launching Bima S toys ini, kami berharap dapat semakin menggairahkan kinerja industri mainan anak nasional,” tuturnya.

Mainan tersebut lahir dari serial BIMA S produksi MNC Animation.

Baca Juga: Pemilik Tambak Terdampak Tol Semarang-Demak Tuntut Penyelesaian Ganti Rugi

“Langkah yang telah diambil oleh MNC Group dalam memperkenalkan mainan baru ini diharapkan dapat menstimulasi dan mendorong industri mainan anak dalam negeri untuk terus tumbuh dan berkembang,” imbuhnya.

MNC Animation, salah satu bisnis unit dari MNC Pictures yang merupakan anak usaha dari PT MNC Studios Intenational Tbk (MSIN) telah mengukir sejarah bagi perkembangan industri ekonomi kreatif Indonesia.

Melalui kerja sama dengan Royal Kreasi Cemerlang, pabrik mainan di Indonesia, mereka menghadirkan rangkaian mainan lokal yang pertama kali dengan menggunakan Intellectual Property (IP) lokal Bima S dan diproduksi dalam negeri untuk didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia.

Menteri AGK mengimbau agar industri mainan anak dalam negeri diberikan kesempatan yang lebih luas untuk dapat memproduksi mainan Bima S ini.

Selain itu, perlu diperhatikan kualitas produknya sesuai dengan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) mainan anak yang diberlakukan secara wajib.

Baca Juga: Update Corona 16 Juni: Bertambah 9.944, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Saat Ini 1.937.652 Orang

“Dengan peluncuran seri mainan Bima S ini, semoga dapat menjadikan MNC Group sebagai salah satu perusahaan yang senantiasa menjadi rujukan inovasi dan kreativitas dalam memproduksi mainan anak,” ujarnya.

Agus menambahkan, pihaknya bertekad untuk memberikan dukungan penuh dan kontribusi nyata bagi pengembangan industri nasional, termasuk sektor industri mainan anak.

“Meskipun di tengah kondisi pandemi, tetaplah konsisten dalam semangat meningkatkan produksi dan inovasi dalam menciptakan senyum bahagia anak-anak Indonesia, dan juga di seluruh dunia dengan produk mainan anak yang mendidik dan menyenangkan,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Sumber: Kemenperin

Tags

Terkini

Harga Emas Naik di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:48 WIB

UMKM Perlu Mulai Berani Melibatkan Investor

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:34 WIB

Tekan Biaya Operasional Logistik dengan Dexlite

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:24 WIB
X