PPN Sembako Belum Diberlakukan, Harga Bahan Pokok Terimbas Naik

Red
- Rabu, 16 Juni 2021 | 19:28 WIB
sembako. (pikiran-rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)
sembako. (pikiran-rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Meski belum berlaku, kabar soal rencana pemberlakuan PPN sembako ini mulai berdampak pada kenaikan harga beberapa bahan pokok di pasar.

Menkeu Sri Mulyani telah menjelaskan, PPN sembako hanya akan dikenakan pada bahan pokok kategori premium. Ia mencontohkan, beras shirataki atau daging wagyu yang dikonsumsi kelompok masyarakat menengah atas.

Pengenaan PPN sembako tertuang dalam revisi Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Baca Juga: Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Laut Selatan Jateng

"Pemerintah tidak mengenakan pajak sembako yang dijual di pasar tradisional yang menjadi kebutuhan masyarakat umum" kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam akun resmi Instagramnya, Selasa (15/6), seperti dikutip daei Kata Data.

Bagaimanapun, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Reynaldi Sarijowan mengatakan, pengenaan PPN untuk sembako kategori premium tetap akan berdampak terhadap harga kebutuhan pokok sejenis.

“Apabila satu jenis bahan pokok kena PPN, pasti akan berdampak secara keseluruhan,” kata Reynaldi kepada Katadata, Rabu (16/6).

Baca Juga: Pemerintah Kaji Kebijakan Hari Libur Karena Jadi Pemicu Lonjakan Kasus Covid-19

Ia mengatakan, isu yang berkembang perihal PPN untuk sembako membuat psikologi pasar terganggu. Ikappi mencatat ada beberapa bahan pangan mengalami kenaikan. Di antaranya, harga ayam yang biasanya Rp 25.000 per kilogram saat ini mencapai Rp 40.000, bawang putih dari Rp 32.000 menjadi Rp 40.000 per kilogram.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Kata Data

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X