Studi InMobi: Pengiklan di Indonesia Beradaptasi dengan Aturan Privasi Data Baru

- Kamis, 23 Juni 2022 | 19:35 WIB
Ilustrasi bisnis periklanan (Pexel.com)
Ilustrasi bisnis periklanan (Pexel.com)

JAKARTA, suaramerdeka.com — InMobi merilis hasil studi yang dilakukan oleh Forrester Consulting tentang “Masa Depan Periklanan Seluler dalam Mengatasi Penghentian Data dan Identitas”.

Studi InMobi ini menelaah dampak privasi data pada periklanan di Indonesia, menawarkan pemahaman mendalam tentang kesiapan pelaku bisnis dan rencana tindakan mereka di tengah perkembangan privasi data konsumen.

Studi ini menemukan bahwa dari sejumlah perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang periklanan.

Baca Juga: Barcelona Dihantam Krisis Keuangan,Presiden LaLiga: Mereka Akan Bangkit

Kemudian, 17 persen berada di tahap awal dan 46 persen berada di tahap menengah terkait kematangan praktik manajemen privasi data konsumen.

Hanya 37 persen perusahaan yang mengklaim kematangan dalam menyeimbangkan privasi data konsumen dan keterlibatan pelanggan yang dipersonalisasi, serta dalam memberikan solusi yang berarti bagi klien mereka.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa 90 persen responden (terdiri dari pengambil keputusan bisnis) di Indonesia percaya bahwa mengingkatkan jangkauan dan konversi untuk meningkatkan profitabilitas menjadi prioritas yang sangat penting dalam pemasaran.

Hal ini kemudian menyangkut pada tantangan terkait privasi, di mana 65 persen responden mengakui kemampuan pengguna untuk memblokir pengenal mereka terhadap pengiklan (identifier for advertisers/IDFA) sebagai tantangan utama pemasaran.

Baca Juga: Hati-Hati! Telat Bayar Paylater Bisa Rusak Reputasimu di Bank? Simak Penjelasannya

Saat berbicara tentang laporan tersebut, Rishi Bedi, Managing Director untuk Asia Pasifik di InMobi, berkomentar, ekosistem periklanan di Indonesia menunjukkan tingkat kesiapan yang moderat terhadap data dan identitas.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X