Perizinan Dipermudah, Investasi di Kabupaten Batang Melimpah

- Kamis, 23 Juni 2022 | 14:00 WIB
Sejumlah pelaku usaha mengurus perizinan di Mal Pelayanan Publik (MPP) yang berada di Kantor DPMPTSP Kabupaten Batang, Kamis 23 Juni 2022. (suaramerdeka.com / Isnawati)
Sejumlah pelaku usaha mengurus perizinan di Mal Pelayanan Publik (MPP) yang berada di Kantor DPMPTSP Kabupaten Batang, Kamis 23 Juni 2022. (suaramerdeka.com / Isnawati)

Suaramerdeka.com - Wayem (52) melipati baju di depan sebuah warung makan di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Rabu 15 Juni 2022.

Mengurus baju para pekerja PLTU mengakhiri harinya di tempat kerja, sebelum ia pulang ke rumahnya, di Desa Karanggeneng.

Sudah lebih dari lima tahun Wayem bekerja sebagai juru masak di warung makan yang sehari-hari melayani pekerja PLTU.

Berangkat dari rumah setelah subuh dan pulang pukul 16.00, Wayem mendapat upah Rp 55.000 per hari.

Baca Juga: Peserta Lolos SBMPTN 2022, Terbanyak Saintek, Undip Peringkat 6 Nilai Rata-rata Saintek Tertinggi

Wayem mendapat tambahan penghasilan dari jasa mencuci dan menyeterika baju para pekerja PLTU yang indekos di sebelah warung makan. Wayem menerima Rp 100.000 dari setiap pekerja PLTU untuk dua kali mencuci dan menyeterika baju.

“Anak saya sakit, tidak bisa bekerja lagi. Alhamdulillah, saya bekerja di sini. Hasilnya bisa untuk menghidupi keluarga dan membiayai pengobatan anak saya,” kata Wayem.

Pembangunan PLTU Batang memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

Baca Juga: Viral Warga Sukoharjo Lewat Sawah Ditilang ETLE, Polda Jateng Beberkan Faktanya

Beberapa warga membuka usaha warung makan, indekos untuk pekerja PLTU yang berasal dari luar Kabupaten Batang, juga jasa cuci baju dan lainnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X