Kurangi Beban APBN, Pengamat NoBaper: Serahkan Harga BBM ke Pertamina

- Jumat, 17 Juni 2022 | 14:55 WIB
Pengamat ekonomi energi UGM Dr Fahmy Radhi MBA dalam Nongkrong Bareng Pertamina, di Solo, Jumat 17 Juni 2022 (suaramerdeka.com/Agus Toto Widyatmoko)
Pengamat ekonomi energi UGM Dr Fahmy Radhi MBA dalam Nongkrong Bareng Pertamina, di Solo, Jumat 17 Juni 2022 (suaramerdeka.com/Agus Toto Widyatmoko)

SOLO, suaramerdeka.com - Pemerintah didorong menyerahkan kepada Pertamina untuk menetapkan harga BBM nonsubsidi dan LPG nonsubsidi. Penetapan harga BBM itu kemudian disesuaikan dengan harga keenomian berdasarkan mekanisme pasar.

‘’Guna mengurangi beban APBN terhadap subsidi BBM, sebaiknya serahkan kepada Pertamina untuk menetapkan harga BBM dan LPG nonsubsidi,’’ ungkap pengamat ekonomi energi UGM Dr Fahmy Radhi MBA dalam Nongkrong Bareng Pertamina (NoBaper), di Solo, Jumat 17 Juni 2022.

Saat ini, ungkap pengajar di Departemen Ekonomika dan Bisnis UGM itu, ketetapan harga berada di tangan pemerintah.

Baca Juga: Sinopsis Cha Cha Real Smooth, Ketika Pria Muda Berteman dengan Ibu Beranak Autis

Pemerintah memiliki berbagai pertimbangan untuk menentukan harga jual BBM.

Harga Pertamax sesuai harga pasar, menurut Fahmy, Rp 16.000 per liter. Harga juga sekarang pemerintah mematok Rp 12.500 per liter.

‘’Selisih harga tersebut mendapat kucuran subsidi dari pemerintah yang otomatis akan membebankan kepada struktur APBN,’’ tutur dalam dialog yang dipandu dosen Ilmu Komunikasi Udinus Nessa Gozal.

Baca Juga: Ternyata Ini yang Dibisikkan Badarawuhi sebelum Jadikan Ayu Tumbal di Kisah Asli KKN di Desa Penari

Apabila penetapan harga diserahkan kepada Pertamina, lanjut dia, ada beberapa hal yang perlu diantisipasi. Namun berdasarkan survei yang ia lakukan, tidak menjadi masalah.

‘’Kenaikan harga Pertamax sesuai nilai keekonomian pasar tidak akan memengaruhi inflasi, tidak akan signifikan. Dan harga tersebut dievaluasi secara berkala setiap 3 bulan,’’ katanya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X