Pengembang Minta Pembatalan Kebijakan LSD, Dinilai Banyak Merugikan

- Selasa, 14 Juni 2022 | 09:36 WIB
Ilustrasi Lahan Sawah Dilindungi (PIXABAY/Pexels)
Ilustrasi Lahan Sawah Dilindungi (PIXABAY/Pexels)

SOLO, suaramerdeka.com - Kebijakan tentang Lahan Sawah Dilindungi (LSD) sudah mulai memakan korban.

Di Jawa Tengah, banyak lahan yang semula kuning, berdasar Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah), tiba tiba menjadi hijau, setelah muncul penetapan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Akibatnya, banyak pengembang tidak bisa membangun perumahan di lahan yang telah dibelinya itu.

Baca Juga: Kata Asmara Zodiak Hari Ini 14 Juni 2022: Tekanan Aries Reda, Gemini Bersikap Realistis, Taurus Penuh Gairah!

Bahkan, ada lahan yang semula kuning untuk permukiman, menurut RTRW, tiba tiba berubah jadi hijau untuk pertanian, padahal lahan itu sudah dibangun perumahan dan habis terjual.

"Karena banyak merugikan para pengembang, lebih baik kebijakan LSD dibatalkan saja," kata Bambang Sr dari paguyuban pengembang perumahan Solo Raya, Senin 13 Juni 2022.

Baik Peraturan Presiden / Perpres Nomor 59 Tahun 2019 maupun Surat Keputusan / SK Kepala BPN Nomor 1589 Tahun 2021 menyebutkan, penetapan peta lahan sawah dilindungi berdasar foto dari satelit, verifikasi lahan, sinkronisasi hasil verifikasi lahan.

Baca Juga: Cek Asmara Zodiak Hari Ini 14 Juni 2022: Emosi Sosial Libra Tinggi, Scorpio Jangan Egois, Tipe Sagitarius?

Namun yang terjadi di lapangan, kata Bambang, penetapan peta LSD hanya berdasar pada foto satelit.

Sementara verifikasi lahan dan sinkronisasi dilakukan belakangan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X