KJRI Jeddah Fasilitasi Kesepakatan Dagang BUMN dan Perusahaan Arab Saudi

- Selasa, 15 Juni 2021 | 22:48 WIB
kemenlu/dok
kemenlu/dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Perusahaan Arab Saudi, Battlah Cooperation for Operation and Maintenance menyatakan akan melakukan impor perdana beras dari Indonesia.

Pernyataan itu disampaikannya di sela-sela penandatangan MoU kerja sama dagang antara perusahaannya dengan perusahaan BUMN PT Sang Hyang Seri (Persero) secara daring (15/06/2021).

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Direktur Utama Battlah Cooperation, Muhammad Husein dan Direktur PT Sang Hyang Seri, Karyawan Gunarso di Ruang Rapat KJRI Jeddah disaksikan langsung oleh berbagai pihak.

MoU kerjasama pembelian beras ini juga merupakan langkah awal dari berbagai komoditi andalan Indonesia yang memiliki peluang yang sangat besar di pasar Arab Saudi seperti kakao dan rempah-rempah.

“Ekspor perdana beras ini akan dijadikan sebagai batu pijakan untuk nantinya diperluas ke produk-produk lainnya. Selain beras, mereka (Battlah Corporation) juga mengimpor biji kakao, kemudian rempah-rempah, kopi dan teh," ucap Konsul Jenderal RI Jeddah, Eko Hartono.

Baca Juga: Adegan Mleyot, Julukan Netizen Ketika Al dan Andin Bermesraan di Tempat Tidur

Disampaikan Kepala ITPC Jeddah, nasi adalah makanan pokok masyarakat Indonesia. Dengan banyaknya masyarakat Indonesia berdomisili di Arab Saudi ditambah jemaah haji dan umroh asal Indonesia yang kesehariannya mengkonsumsi nasi, maka masuknya beras asal Indonesia ke Arab Saudi dalam kondisi pandemi ini, merupakan langkah yang tepat.

Direktur PT Sang Hyang Seri, Karyawan Gunarso, menyatakan optimis MoU yang ditandatangani kedua perusahaan ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan skala kerja sama yang lebih besar antara Indonesia dan Arab Saudi, khususnya suplai kebutuhan jemaah haji dan umrah dari Indonesia.

Oleh sebab itu, PT Sang Hyang Seri menyatakan komitmennya untuk menjaga kuantitas dan kualitas produksi beras sebagai produk ekspor perdana dari perusahaannya ke pasar Arab Saudi. Dari sisi harga, terang Karyawan Gunarso, beras asal Indonesia bisa sedikit lebih tinggi daripada harga beras Thailand dan Vietnam karena memiliki keunggulan rasa.

Untuk memperluas cakupan kerja sama ini, Dirut Battlah Corporation mengusulkan agar segera membentuk tim khusus yang bisa bergerak cepat dan menjalin komunikasi secara intensif guna menindaklanjuti kerangka kerja sama dagang ini.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Sumber: kemenlu

Tags

Terkini

Mitra10 Ekspansi Gerai Ke-41 di Semarang

Jumat, 15 Oktober 2021 | 09:24 WIB

Pertamina Lubricants Dekatkan Diri dengan Masyarakat

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:08 WIB

Market Corner Goes to School SMKN 10 Semarang

Rabu, 6 Oktober 2021 | 14:47 WIB
X