Industri Ekonomi Kreatif Tetap Eksis Meski Pandemi

- Selasa, 15 Juni 2021 | 19:36 WIB
Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang Mustohar bersama Semarang Food Hunter, pelaku industri kuliner Dinareka dan Aninditya saat Ngobrol Asyik Pemerintah Kota Semarang Industri Kreatif, belum lama ini. SM/Fista Novianti
Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang Mustohar bersama Semarang Food Hunter, pelaku industri kuliner Dinareka dan Aninditya saat Ngobrol Asyik Pemerintah Kota Semarang Industri Kreatif, belum lama ini. SM/Fista Novianti

SEMARANG, suaramerdeka.com - Industri ekonomi kreatif Kota Semarang tetap eksis meski pandemi virus Covid-19. Bahkan, industri ini mampu menyumbang pertumbuhan perekonomian di Kota lumpia.

Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, Mustohar menuturkan, industri ekonomi kreatif kota Semarang mulai trend sekitar tahun 1990-an.

Ada 18 subsektor industri kreatif di kota lumpia. Antara lain, industri kuliner, fashion, animasi, arsitektur, desain, fotografi, musik, kerajinan, penelitian dan pengembangan, penerbitan, perfilman, periklanan dan lainnya. Aktivitas ekonomi kreatif cukup banyak di kota Semarang.

Bahkan perkembangan industri ini semakin pesat ditandai dengan munculnya pelaku usaha baru.

Baca Juga: Lestarikan Sumber Daya Alam, Merti Kali Elo Sebar Bibit Ikan dan Kerja Bakti Bersih Sungai

"Ada beberapa faktor yang mempengaruhi industri ini masih eksis di saat pandemi. Salah satunya adalah potensi Sumber Daya Manusia nya. Mereka memiliki potensi yang kreatif dan inovatif dalam menjalankan usahanya," tuturnya saat event Ngobrol Asyik Pemerintah Kota Semarang Industri Kreatif, belum lama ini.

Mereka tetap bisa eksis meski mengalami pandemi. Tentunya dengan inovasi dan kreatifitas yang dimiliki.

Pemerintah Kota Semarang, kata Mustohar, akan terus berperan sebagai fasilitator dan motivator juga konsultan dalam mendampingi pelaku industri ekonomi kreatif ketika mengalami permasalahan.

"Misalnya mengalami kendala pemasaran, maka kita bantu dengan bekerja sama dengan PPI menyiapkan galeri industri kota Semarang di Kota Lama. Disini pelaku industri bisa mempromosikan produknya. Yaitu sebagai rumah bagi mereka untuk mendisplay, memperkenalkan serta mempromosikan produknya kepada masyarakat luas,'' ujarnya.

Baca Juga: Pedagang Pasar di Kebumen Jadi Sasaran Vaksinasi Massal

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Asuransi Syariah atau Konvensional? Ini Perbedaannya!

Minggu, 26 September 2021 | 10:36 WIB
X