Aplikasi Magesty Wujud Nyawiji Pemkot-Pelaku UMKM

- Selasa, 15 Juni 2021 | 17:54 WIB
PRODUK UMKM: Wali Kota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz menunjukkan produk UMKM yang bisa dibeli melalui aplikasi Magesty yang baru saja diluncurkan. (suaramerdeka.com/Asef Amani)
PRODUK UMKM: Wali Kota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz menunjukkan produk UMKM yang bisa dibeli melalui aplikasi Magesty yang baru saja diluncurkan. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.comPemkot Magelang meluncurkan Magelang Smart City (Magesty). Magesty dalam bentuk aplikasi di ponsel pintar ini bertujuan mempercepat 9 program unggulan sekaligus mewujudkan program 100 hari Wali Kota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz dan wakilnya, M Mansyur.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominsta), Suryantoro mengatakan, Magesty adalah program unggulan yang diinisiasi dinasnya guna mewujudkan Kota Magelang yang modern, memberikan layanan prima, dan terintegrasi.

"Magesty merupakan solusi kolaboratif antara Pemkot Magelang dengan pelaku usaha khususnya UMKM sebagai kesatuan ekosistem yang saling nyawiji,” ujarnya saat peluncuran di Aula Kecamatan Magelang Tengah, Selasa (15/6).

Baca Juga: Menolong Orang yang Terkena Serangan Jantung, Penting Perhatikan Ini

Dia menuturkan, program ini juga upaya Pemkot Magelang untuk menjaga masyarakat dari pandemi Covid-19 sekaligus menerapkan protokol kesehatan karena terdapat fitur belanja dan kesehatan berbasis online.

“Adapun kegiatan ini bertujuan untuk memsosialisasikan dan mempromosikan Magesty agar dapat segera dimanfaatkan dan digunakan oleh masyarakat Kota Magelang untuk meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz mengutarakan, Magesty salah satu jawaban bagaimana masyarakat di rumah bisa memperoleh kebutuhannya lewat teknologi ini. Teknologi tidak bisa berjalan baik tanpa sabar dan selalu membiasakan diri.

Baca Juga: Menko Airlangga Dorong Vaksinasi Dapat Capai 1 Juta Dosis Per Hari

“Program ini harus ada keberlanjutan, setelah launching harus dilanjutkan. Aplikasi saja tidak gampang, apalagi untuk masyarakat kalangan bawah, apalagi bayar pakai e-money (uang elektronik). Ke depan dalam perjalanan harus diperbaiki, saya yakin ini akan berjalan baik 4-6 bulan lagi,” jelasnya.

Menurutnya, kekompakan semua komponen harus diperhatikan untuk mempertahankan sebuah program. Dia mengimbau setiap kelurahan sampai RT/RW ada driver yang melayani pembayaran uang tunai, khususnya bagi kaum ibu yang biasa berbelanja.

“Kalau ini berjalan, maka akan ada gerakan ekonomi di Kota Magelang. Tidak ada Kota Magelang menganggur. Saya harap ini tersosialisasikan dengan baik, semua warga merasakan manfaat aplikasi ini," terangnya.

Baca Juga: Kisah Cintanya dengan Gisel Dikabarkan Berakhir, Wijin: Selow Aja, Saya Tahu Mesti ke Arah Mana

Selain itu, Dokter Aziz berharap agar pengembangan aplikasi ini tidak puas sampai di sini. Untuk itu harus terus melakukan perbaikan serta pengembangan sistem sehingga update sesuai kebutuhan dan perkembangan teknologi.

“Tujuan tidak lain untuk meningkatkan kualitas pelayanan, dan sesuai sifat teknologi yang dinamis dan terus berkembang,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X