Market Share Naik jadi 6,51 Persen, Perbankan Syariah Masih Hadapi Sejumlah Tantangan

- Selasa, 15 Juni 2021 | 16:39 WIB
Guest Lecture dengan tema menelisik masa depan lembaga keuangan syariah di Indonesia : Merger BSI (suaramerdeka.com /dokumentasi)
Guest Lecture dengan tema menelisik masa depan lembaga keuangan syariah di Indonesia : Merger BSI (suaramerdeka.com /dokumentasi)


SEMARANG, suaramerdeka.com - Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan kemajuan yang patut disyukuri dan diapresiasi.

Tahun 2020, kinerja perbankan Syariah menunjukkan pertumbuhan yang cukup positif di tengah dampak pandemi Covid-19 sehingga market share naik menjadi 6,51%. Namun meski menunjukkan kemajuan tapi masih menghadapi sejumlah tantangan.

Hal itu menjadi topik pembicaraan dalam guest lecture, Selasa 15 Juni 2021 dengan tema menelisik masa depan lembaga keuangan syariah di Indonesia : merger BSI, yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Walisongo dengan menghadirkan pembicara Sutan Emir Hidayat, Ph.D. Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Abdulah Firman Wibowo Wakil Direktur Utama 2 BSI dan Wahab Zaenuri Kepala Pusat Bisnis Dosen UIN Walisongo Semarang.

Emir Hidayat mengatakan tantangan tersebut adalah masih rendahnya pemahaman dan pengetahuan masyarakat terhadap produk keuangan syariah, ditunjukan dengan masih rendahnya Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Indonesia

Baca Juga: Pemimpin Harus Berani Ambil Risiko untuk Cegah Covid-19 Demi Keselamatan Warganya

Namun sekarang dengan adanya merger BSI tantangan itu perlahan mulai bisa diatasi dengan pengembangan perbankan syariah.

"Dengan adanya BSI akan lebih berdaya saing, efisiensi dan sustainable. Perbankan syariah menjadi bagian yang semakin penting dalam sistem ekonomi nasional, khususnya dalam industri ekonomi dan keuangan syariah," katanya.

Sementara itu Abdulah Firman mengungkapkan saat ini BSI peringkat 7 bank nasional dengan aset Rp 240 triliun dan mempunyai market share 2,6 persen.

Sehingga dengan kapasitas yang semakin besar bisa memberikan akses solusi keuangan Syariah di Indonesia.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X