UMKM Penggerak Ekonomi di tengah Pandemi, Butuh Perencanaan dan Perlindungan

- Selasa, 15 Juni 2021 | 13:00 WIB
Ilustrasi UMKM
Ilustrasi UMKM

JAKARTA, suaramerdeka.com - Sebagai salah satu pilar utama dalam perkembangan perekonomian negara, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mampu membuktikan ketahanannya ketika terjadi krisis ekonomi.

Dalam mendukung ketahanan ini, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid, mengungkapkan bahwa pengembangan kewirausahaan dan kompetensi sangat diperlukan.

Apabila kalangan pelaku usaha sudah dengan matang mempersiapkan strategi bisnis beserta perlindungan yang sesuai untuk usahanya, pertumbuhan pengusaha nasional dan UMKM dapat semakin terealisasi.

Untuk itu, perlu perencanaan strategis bagi pertumbuhan pengusaha nasional dan UMKM serta pengembangan kompetensinya.

Baca Juga: Stafsus Presiden Tekankan Pentingnya Kolaborasi untuk Keberhasilan Pelaku Usaha

Kadin pun melaporkan bahwa hal ini bisa tercapai dengan mendirikan innovation hub untuk berbagi ilmu, pengalaman, serta melakukan program mentoring kepada UMKM dan pengusaha muda.

Dapat didorong juga peningkatan kualitas dan kapasitas pengusaha negara melalui program vocational training.

Kini, kehadiran e-commerce dianggap sebagai salah satu kanal dagang utama bagi UMKM, dengan cakupan penjualan yang luas hingga internasional dan target pasar yang lebih spesifik.

Baca Juga: Green Banking, Hutan Organik Dikembangkan dan Dorong Ekonomi Desa

Survei DSInnovate melaporkan adanya penggunaan platform e-commerce yang mencapai 49 persen sebagai sarana berjualan online.

Hendy Setiono, Founder dan CEO Baba Rafi Enterprise, menjelaskan bahwa pandemi yang membatasi aktivitas masyarakat memaksa para pengusaha untuk semakin menerapkan digitalisasi.

“Di era pandemi, tidak cukup go digital. Pelaku bisnis sepatutnya benar-benar menjadi bagian dari digital itu sendiri, atau be digital,” jelas Hendy.

Namun di sisi lain, para pelaku UMKM masih dihadapkan dengan beberapa tantangan, di antaranya yakni dalam hal edukasi, yang mana penjual harus memahami fitur-fitur online baru untuk bisa menggunakannya secara tepat.

Baca Juga: Disnakertrans Jateng Akan Awasi Perusahaan Padat Karya Mengenai Penerapan Protokol Kesehatan

Kedua, dari sisi operasional, yaitu fasilitas yang sesuai untuk produksi dan penyimpanan barang dalam ukuran yang lebih besar agar dapat menjaga kualitas produk.

Ketiga adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten.  Hendy lanjut menyatakan bahwa pelaku bisnis lebih baik merancang strategi penjualan secara virtual.

Jadi, tidak bergantung pada gerai offline untuk menjual produk pada pelanggan.  Dengan langkah ini, pelaku bisnis dapat tetap berhasil di tengah pandemi ataupun periode new normal.

Selain itu, kunci untuk tetap mempertahankan bisnis yaitu mengedepankan atau bahkan memperbesar anggaran untuk marketing atau promosi produk.

Setelah melengkapi keterampilan dalam berbisnis, pelaku usaha sepatutnya juga memiliki perlindungan yang sesuai untuk menghindari berbagai bentuk risiko.

Sebagai perusahaan asuransi global terdepan, Allianz menawarkan asuransi bisnis dengan perlindungan komprehensif, melalui Allianz UsahaKu.

“Pelaku UMKM tidak hanya harus mengetahui tips berbisnis di tengah pandemi. Namun, sangat penting untuk memahami berbagai potensi risiko yang dapat terjadi."

"Maka dibutuhkan perlindungan komprehensif atas kerugian akibat musibah atau bencana alam yang dapat menimpa tempat usaha,” jelas Dony Sinanda Putra, Head of Underwriting & Product Development Allianz Utama Indonesia.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dongkrak Penjualan UMKM, Warung Serasi Resmi Dibuka

Selasa, 21 September 2021 | 21:57 WIB
X