Bisnis Dinilai Penting Masuk Skala Ekonomi Agar Miliki Daya Saing

- Selasa, 15 Juni 2021 | 11:27 WIB
DISKUSI: Menkop UKM didampingi Stafsus Presiden Putri Tanjung saat berdiskusi dengan Komunitas Kuliner Bandung, di Orbital Dago, Bandung, Jabar, beberapa waktu lalu. (Humas Kemenkop UKM)
DISKUSI: Menkop UKM didampingi Stafsus Presiden Putri Tanjung saat berdiskusi dengan Komunitas Kuliner Bandung, di Orbital Dago, Bandung, Jabar, beberapa waktu lalu. (Humas Kemenkop UKM)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Sebuah bisnis dinilai penting untuk masuk ke dalam skala ekonomi agar lebih memiliki daya saing.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki saat berdiskusi dengan Komunitas Kuliner Bandung, di Orbital Dago.

Dalam kesempatan itu Menkop UKM didampingi Staf Khusus (Stafsus Presiden) Putri Tanjung.

Baca Juga: Menikmati Bentomie, Kreasi Kombinasi Bento dan Mie dengan Berbagai Varian

“Di era digital ini dengan pasar terbuka lebar, kita harus siap bersaing dalam arti unggul produknya dan meningkat kapasitas usaha agar sanggup memenuhi permintaan pasar,” tuturnya.

Industri kreatif Bandung pun didorong melakukan konsolidasi dalam satu payung brand bersama.

“Kalau bergabung dalam satu brand bersama akan memiliki kekuatan lebih dalam bersaing. Ketimbang jalan sendiri-sendiri dengan brand kecil,” ujarnya.

Menkop UKM mencontohkan, di Payakumbuh, Sumatra Barat, terdapat Dapur Bersama (Rumah Produksi Bersama) dalam memproduksi rendang yang merupakan makanan khas Sumatra Barat.

Baca Juga: Lansky, Kisah Seorang Gangster Terkenal di Era 1950-an

“Bila seperti itu, otomatis konsolidasi usaha dan brand akan tercipta. Dan merger usaha akan menghasilkan kekuatan besar dalam bisnis modern seperti sekarang ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Teten juga menegaskan bahwa  pemerintah terus menyiapkan ekosistem bisnis agar para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah [UMKM] memiliki akses ke pasar digital dan pembiayaan.

“Porsi kredit perbankan untuk UMKM akan ditingkatkan hingga 30 persen hingga akhir 2024 mendatang. Begitu juga dengan KUR [Kredit Usaha Rakyat] terus dipermudah untuk perkuatan permodalan UMKM,” ujarnya.

Selain itu, imbuh Teten, pemerintah juga mempunyai kebijakan bahwa 40 persen belanja pemerintah harus menyerap produk UMKM yang nilainya mencapai Rp460 triliun per tahun.

“Kami juga mendorong produk UMKM untuk bisa masuk rantai pasok industri,” imbuhnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pandemi, Pertumbuhan Investor Justru Makin Bersemi

Jumat, 17 September 2021 | 15:21 WIB

13 Green Energy Station Hadir di Jawa Tengah DIY

Selasa, 14 September 2021 | 14:26 WIB
X