Mitos Predatory Pricing di Pasar Digital Rugikan Banyak Pihak

- Selasa, 15 Juni 2021 | 10:24 WIB
E-commerce. (Pixabay)
E-commerce. (Pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kebijakan pemerintah untuk merespons kekhawatirannya bahwa praktik predatory pricing atau tarif predator di pasar digital Indonesia merugikan banyak pihak.

Pasalnya, dengan cara membatasi impor tidak hanya akan merugikan konsumen tetapi juga penjual eceran domestik.

Setelah menurunkan ambang batas bea masuk untuk transaksi lintas negara di awal tahun 2020, pemerintah kini mewacanakan pembatasan perdagangan barang impor secara online demi mencegah produsen asing menguasai pasar dengan menjual dengan tarif predator atau jauh di bawah biaya produksi.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Berbagai Opsi Kebijakan Harus Diambil

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Thomas Dewaranu berpendapat kesalahan mendasar dalam memutuskan pembatasan tersebut melalui revisi Peraturan Kementerian Perdagangan tahun 2020, adalah karena pemerintah tidak memiliki bukti bahwa benar telah terjadi praktek tarif predator di pasar digital di Indonesia.

“Pengurangan harga oleh penjual dengan cara memangkas biaya produksi yang tidak efisien adalah hal yang bukan hanya fair, tetapi justru diharapkan untuk memicu efisiensi pada skala yang lebih besar melalui proses kompetisi.”

“Demikian juga halnya dengan peningkatan volume produksi untuk menurunkan biaya produksi per unit yang bukan merupakan tarif predator,” jelasnya.

Baca Juga: Korea Selatan Siap Beri Bantuan Vaksin Covid-19 untuk Korea Utara

Mengkategorikan sebagai “Predator” produsen yang berhasil memperluas porsi pasarnya dengan produktivitas yang tinggi atau pengelolaan biaya yang baik, merupakan preseden buruk bagi ekonomi karena justru akan menghambat kompetisi dan inovasi di pasar.

Pada prinsipnya, suatu tindakan dapat dikategorikan sebagai praktik tarif predator apabila memenuhi tiga kondisi.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Faskes di Tanah Air Bisa Bersaing dengan Negara Maju

Kamis, 25 November 2021 | 14:25 WIB

4 Smartphone Realme Diperkenalkan di Yogyakarta

Rabu, 10 November 2021 | 17:43 WIB
X