Harga Minyak Dunia Relatif Stabil Setelah Mencapai Level Tertinggi

Ant
- Selasa, 15 Juni 2021 | 08:48 WIB
ilustrasi minyak. (pixabay)
ilustrasi minyak. (pixabay)

NEW YORK, suaramerdeka.com - Setelah mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua tahun, harga minyak dunia relatif stabil pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).

Pertumbuhan produksi minyak mentah AS dan penundaan pembukaan kembali Covid-19 Inggris, sempat mendongkrak harga sekaligus mengurangi ekspektasi untuk pertumbuhan permintaan bahan bakar dan pasokan yang lebih ketat.

Untuk pengiriman Agustus , harga minyak mentah berjangka Brent terangkat 17 sen menjadi ditutup di 72,86 dolar AS per barel. Di awal sesi, harga Brent mencapai 73,64 dolar AS per barel, tertinggi sejak April 2019.

Baca Juga: Dubes Georgia Sambangi Markas PDIP, Ingin Tingkatkan Hubungan dengan Indonesia

Untuk pengiriman Juli, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menyusut tiga sen menjadi menetap di 70,88 dolar AS per barel, setelah sebelumnya menyentuh 71,78 dolar AS per barel, tertinggi sejak Oktober 2018.

Perkiraan Badan Informasi Energi AS (EIA) membuat pasar bereaksi negatif, karena produksi minyak serpih, yang menyumbang lebih dari dua pertiga produksi AS, diperkirakan akan naik sekitar 38.000 barel per hari (bph) pada Juli menjadi sekitar 7,8 juta barel per hari.

"Kami memulai dengan kuat di tengah ekspektasi bahwa situasi permintaan sedang membangun momentum karena tingginya vaksinasi Covid. Kemudian laporan EIA menyebabkan hilangnya kepercayaan," kata Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn, di Chicago.

Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pada Jumat (11/6/2021) bahwa pihaknya memperkirakan permintaan global akan kembali ke tingkat pra-pandemi pada akhir tahun 2022, lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya.

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X