Susun Standar Industri Hijau, BSKJI Kemenperin Gandeng Tata Metal Lestari

- Jumat, 10 Juni 2022 | 14:31 WIB
Kepala Pusat Industri Hijau, BSKJI Kemenperin, Herman Supriadi usai meninjau fasilitas produksi BJLAS milik PT Tata Metal Lestari (Tatalogam Group) di Cikarang. (suaramerdeka.com / dok Kemenperin)
Kepala Pusat Industri Hijau, BSKJI Kemenperin, Herman Supriadi usai meninjau fasilitas produksi BJLAS milik PT Tata Metal Lestari (Tatalogam Group) di Cikarang. (suaramerdeka.com / dok Kemenperin)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertekad untuk terus mendorong seluruh sektor manufaktur di Indonesia dalam penerapan prinsip industri hijau.

Langkah strategis Kemenperin tersebut diyakini mampu mendukung terciptanya industri yang ramah lingkungan dan berdaya saing di kancah global.

"Standar Industri Hijau (SIH) memiliki 2 tujuan. Pertama, untuk peningkatan utilisasi industri yang berefek kepada peningkatan daya saing. Kedua, untuk pemenuhan komitmen bangsa ini dalam menjaga keberlangsungan bumi tempat tinggal kita," terang Kepala Pusat Industri Hijau, Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Herman Supriadi.

Hal ini diungkapkannya, saat meninjau fasilitas produksi Baja Lapis Aluminium Seng (BJLAS) milik PT Tata Metal Lestari (Tatalogam Group) di Cikarang, Bekasi, Rabu 8 Juni 2022.

Baca Juga: Jenazah Eril Ditemukan Utuh Tak Kurang Apapun Meski 14 Hari Hilang, Ini Penjelasannya

Herman menjelaskan, industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.

Pada prinsipnya, industri hijau ini mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat dengan konsep perputaran ekonomi (Circular Economy).

Untuk itu, terkait perumusan SIH yang tengah dilakukan pemerintah Herman menjelaskan, ada 2 hal penting yang harus diperhatikan.

“Hal pertama terkait manajemen. Kemudian yang kedua dari sisi teknis. Teknis ini meliputi bahan baku, energi, proses produksi, penanganan limbah, dan lain sebagainya," kata dia.

Baca Juga: Pemerintah Gerak Cepat Kendalikan PMK, Jamin Ketersediaan Hewan Kurban

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wujudkan Produk TKDN, AMD-Axioo Kolaborasi

Sabtu, 23 Juli 2022 | 14:33 WIB
X