Restrukturisasi Melandai, Profit Bank Mandiri Makin Kinclong

- Rabu, 8 Juni 2022 | 18:05 WIB
Kantor pusat Bank Mandiri. (suaramerdeka.com / dok Bank Mandiri)
Kantor pusat Bank Mandiri. (suaramerdeka.com / dok Bank Mandiri)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Selaras dengan kondisi ekonomi yang terus membaik, tren restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 terus mengalami penurunan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga April 2022, nilai restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 telah menuju ke angka Rp 606,39 triliun.

Posisi ini sudah jauh lebih rendah, dari level tertingginya di akhir tahun 2020 yang menyentuh Rp 1.000 triliun.

Hal ini menandakan, tingkat kemampuan membayar debitur terus membaik yang diikuti dengan peran perbankan yang mendorong perbaikan kualitas kredit.

Baca Juga: Ini Dia Kegunaan Kecerdasan Buatan yang Diterapkan Pada Kartu Kredit, di Antaranya Deteksi Transaksi Palsu

Merespons hal tersebut, Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha menjelaskan tren restrukturisasi debitur terdampak Covid-19 di Bank Mandiri kian melandai.

Hal ini tercermin posisi restrukturisasi kredit Covid-19 Bank Mandiri yang sebesar Rp 64 triliun di akhir April 2022.

"Restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 Bank Mandiri telah mencapai puncaknya di sekitar kuartal II 2021 dan terus menunjukkan tren penurunan secara bertahap sampai dengan April 2022," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu 8 Juni 2022.

Baca Juga: 7 Perusahaan Asuransi Terkemuka dan Terdaftar OJK di Indonesia

Rudi menjelaskan, bila dibandingkan dengan posisi tertinggi pada Juni 2021 posisi restrukturisasi Covid-19 di Bank Mandiri telah menurun sebesar Rp 32,48 triliun.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BSI Dorong Pembiayaan Gadai Emas dan Cicil Emas

Minggu, 2 Oktober 2022 | 17:12 WIB

Resesi 2023 dan Situasi Tekanan Cash is The King

Kamis, 29 September 2022 | 14:10 WIB

BPR Arto Moro Terima Penghargaan Infobank Award 2022

Sabtu, 24 September 2022 | 14:23 WIB
X