Sudah Diberlakukan Awal Tahun, Wajib Pajak Pemanfaat PPS di Demak Masih Rendah

- Selasa, 7 Juni 2022 | 07:45 WIB
Sejumlah pegawai Kantor KPP Pratama Demak menyosialisasikan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) wajib pajak di Jalan Sultan Trenggono. (suaramerdeka.com / Hasan Hamid)
Sejumlah pegawai Kantor KPP Pratama Demak menyosialisasikan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) wajib pajak di Jalan Sultan Trenggono. (suaramerdeka.com / Hasan Hamid)

Masing-masing tarif PPh finalnya berbeda.

Dia mencontohkan harta berupa SBN sebelum tahun 2015 maka PPh finalnya enam persen, adapun di atas tahun 2016 sebesar 12 persen.

Kemudian harga bersih dalam negeri sebesar delapan persen dan untuk di atas tahun 2016 sebesar 14 persen.

Taufik Wijiyanto menambahkan, tidak semua harta yang belum dilaporkan berpotensi dikenai PPh Final sesuai ketentuan PPS.

Baca Juga: 7 Langkah Mudah Pasang Set Top Box, Dijamin Langsung Bisa Nonton Siaran TV Digital!

Karena bisa jadi harta wajib pajak merupakan milik proyek yang saat terdeteksi masih berada dalam rekening pribadi.

"Maka yang diperlukan adalah klarifikasi terkait adanya selisih ini sehingga ada pembentulan. Jadi tidak serta merta harus ada yang dibayar, bisa cukup dengan pembetulan," terangnya.

Sementara itu dari 35 wajib pajak yang telah memenuhi pelaporan secara sukarela diketahui jumlah harta yang dilaporkan sebesar Rp 9,73 miliar dan dengan PPH final sebesar Rp 1,27 miliar.

"Kami mengimbau wajib pajak untuk segera saja memanfaatkan kesempatan ini, karena kalau melebihi batas waktu akan ada tindakan yang lebih tegas dari DJP," katanya.

SIMAK INFORMASI SUARAMERDEKA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X