Belajar dari Kesuksesan IKEA di Indonesia

- Kamis, 26 Mei 2022 | 14:38 WIB
Gedung IKEA (Foto Pexels)
Gedung IKEA (Foto Pexels)

SUARAMERDEKA.COM - Siapa yang tak kenal dengan IKEA, peritel perabot untuk kebutuhan rumah tangga dari Swedia.

Perusahaan furniture terbesar di dunia ini didirikan Ingvar Kapard pada tahun 1943. Bahkan, pada tahun 2018, Kampard dinobatkan sebagai nomor delapan orang paling kaya di dunia karena kesuksesaannya selama lebih dari tujuh dekade menjalankan bisnis IKEA.

Seperti yang kita tahu, belakangan ini tren home decor tengah digemari oleh banyak kalangan. Salah satu penyebabnya adalah kebijakan pemerintah untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca Juga: Cuma Tanggal Lahir Ini yang Diprediksi Bakal Kaya Raya Sepanjang 2022, Cek Akte Kelahiranmu Sekarang!

Oleh sebab itu, masyarakat lebih sering menghabiskan waktunya dirumah, baik study from home maupun work from home. Rumah menjadi satu-satunya tempat untuk bermain, bersantai dan bekerja.

Dengan demikian banyak orang berlomba-lomba untuk menata ulang rumahnya demi terciptanya lingkungan yang kondusif, secara tidak langsung hal ini mendongkrak penjualan produk IKEA di Indonesia.

Akan tetapi, kehadiran pandemi bukan menjadi faktor utama kesuksesan IKEA dalam penjualan furniture. Lantas, apa faktor lain yang menyebabkan IKEA sukses besar?

Baca Juga: Siapa Shio yang Paling Gila Kerja? Inilah Mereka yang Percaya Rezeki Tak Akan Datang Mendekat Tanpa Usaha

1. Target Konsumen yang Tepat

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X