Kenaikan Cukai Rokok Elektrik Masih Diperdebatkan, Produsen Perlu Tingkatkan Dialog

- Senin, 23 Mei 2022 | 07:45 WIB
Ketua umum Asosiasi Pengusaha Penghantar Nikotin Indonesia (Appnindo) Roy Lefran. (suaramerdeka.com / dok Appnindo)
Ketua umum Asosiasi Pengusaha Penghantar Nikotin Indonesia (Appnindo) Roy Lefran. (suaramerdeka.com / dok Appnindo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kenaikan cukai produk rokok elektrik (REL) dan hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) saat ini masih menjadi perdebatan di kalangan pelaku industri REL dan HPTL.

Selain mempengaruhi peningkatan harga produk, juga berkaitan dengan perbedaan rasio cukai antar produk rokok elektrik yang masih timpang, dan dinilai signifikan.

Perbedaan rasio cukai tersebut terlihat, cukai vape sistem tertutup (closed system) lebih tinggi 13 kali lipat dari sistem terbuka (open system), meski sama-sama menggunakan likuid yang mengandung nikotin.

“Kalau kita hitung dengan mililiter, cukai open system memang lebih murah dari closed system," kata  Ketua umum Asosiasi Pengusaha Penghantar Nikotin Indonesia (Appnindo) Roy Lefran kepada pers kemarin di Jakarta.

Baca Juga: Timnas Indonesia Rebut Perunggu SEA Games, Shin Tae-yong: Terima Kasih Pemain!

Dikatakan, hal ini bisa dilihat di peraturan keuangan terbaru, cukai untuk open system itu Rp 445 per mililiter.

"Cukai untuk closed system Rp 6.030 per mililiter. Jadi cukai closed system lebih tinggi dari open system,” paparnya

Lebih lanjut Ketua Umum Appnindo Roy Lefran menjelaskan, bagi organisasi dan anggotanya fokusnya bukan melihat sistem mana yang lebih menguntungkan.

Kemudian, sistem mana yang lebih merugikan atau mana yang lebih mahal atau yang lebih murah dari adanya perbedaan pengenaan cukai dari sistem tertutup atau terbuka.

Baca Juga: Ramalan Asmara Zodiak Hari Ini 23 Mei 2022: Pertemuan Romantis Virgo, Nasihat dan Tuntutan bagi Cancer-Leo

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X