Jangan Sampai Regulasi Pelabelan BPA Dibuat untuk Untungkan Perusahaan Tertentu

- Minggu, 22 Mei 2022 | 15:30 WIB
Ilustrasi galon guna ulang.(suaramerdeka.com / pixabay)
Ilustrasi galon guna ulang.(suaramerdeka.com / pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ada perbedaan perspektif antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan KPPU dalam melihat revisi kebijakan yang akan melabeli “berpotensi mengandung BPA” pada galon guna ulang.

Menurut Komisioner Komisi Pengawas Persaingan usaha (KPPU), Chandra Setiawan , kalau perspektif BPOM demi kesehatan masyarakat.

Tapi perspektif KPPU adalah jangan sampai regulasi itu dibuat untuk menguntungkan perusahaan tertentu saja.

Untuk itu, Chandra mengatakan KPPU akan mengundang para pihak agar untuk memperjelas persoalan terkait wacana pelabelan BPA ini.

Baca Juga: Prediksi Keuangan 5 Zodiak yang Untung Besar Senin, 23 Mei 2022. Aries Usaha Berkembang, Leo Hutang Lunas

“Jadi, semua pemangku kepentingan kita undang untuk berdiskusi, temasuk para pakar dan para pelaku usaha yang mungkin diuntungkan dan yang merasa dirugikan dengan kebijakan BPOM itu,” katanya.

Sebelumnya, Chandra Setiawan melihat polemik kontaminasi BPA yang berujung pada upaya pelabelan produk air galon guna ulang ini berpotensi mengandung diskriminasi yang dilarang dalam hukum persaingan usaha.

“Sebabnya 99 persen industri ini menggunakan galon tersebut, hanya segelintir yang menggunakan galon sekali pakai,” katanya.

Namun hingga kini, tuturnya, KPPU belum menerima draf terkait revisi aturan BPOM tentang pelabelan galon isi ulang.

Baca Juga: Fahmi Idris Politikus Senior Partai Golkar Meninggal Dunia di Usia 79 Tahun

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X