White Paper Project soal Metaverse Diluncurkan, Tunggu Respon Positif Gen Z

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 14:25 WIB
Survei atau jajak pendapat mengenai Metaverse terhadap Gen Z. (suaramerdeka.com / advisia)
Survei atau jajak pendapat mengenai Metaverse terhadap Gen Z. (suaramerdeka.com / advisia)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Metaverse kian populer usai kerap diperbincangkan karena memungkinkan seseorang untuk mengalami dunia nyata melalui dunia virtual tanpa bingkai apapun.

Metaverse memiliki peluang yang tak terbatas hampir seluruh bidang, khususnya bisnis, ekonomi, pendidikan, IT, dan hiburan.

Kalangan modern terutama Gen-Z (generasi Z atau i-generation yang lahir antara tahun 1996- 2010) menikmati dunia virtual yang mendekati nyata tersebut. Sebenarnya, apa itu Metaverse?

Kata Metaverse sendiri hingga kini belum bisa didefinisikan secara pasti. Seorang penulis kelahiran Maryland, Amerika, Neal Stephenson-lah yang pertama kali menciptakan istilah metaverse dalam novelnya 'Snow Crash' pada 1992.

Baca Juga: 4 Zodiak Ini Diramal Kartu Tarot Segera Dapat Jodoh pada 2022, Say Goodbye to Jomblo?

Mudahnya, Meteverse merupakan dunia virtual yang memungkinkan penggunanya saling terhubung.

Metaverse adalah kombinasi dari beberapa elemen teknologi, termasuk virtual reality, augmented reality (AR), dan video.

Untuk mengetahui lebih rinci mengenai persepsi Gen-Z akan metaverse, Advisia bersama dengan WIR Global meluncurkan White Paper Project mengenai Metaverse.

Di samping untuk mengulik persepsi Gen Z, project ini juga berupaya menjelajahi kegunaannya secara optimal, serta menghasilkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi perusahaan.

Baca Juga: Waisak Jatuh pada 16 Mei 2022, Ini Asal Kata dan Makna di Balik Perayaannya

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Belajar dari Kesuksesan IKEA di Indonesia

Kamis, 26 Mei 2022 | 14:38 WIB
X