Digitalisasi, Langkah Seribu Selamatkan Pasar 3(Habis): Credit Scoring Digital, Ceruk Perbankan Rebut Nasabah

- Rabu, 11 Mei 2022 | 15:38 WIB
Seorang pedagang buah di Pasar Gede Kota Solo memperlihatkan kode bayar aplikasi QRIS pada pembeli yang ingin transaksi nontunai, akhir Maret lalu. Riwayat cashflow yang tercatat dalam transaksi digital kini menjadi acuan credit scoring bagi perbankan untuk menyalurkan pembiayaan kredit. (suaramerde
Seorang pedagang buah di Pasar Gede Kota Solo memperlihatkan kode bayar aplikasi QRIS pada pembeli yang ingin transaksi nontunai, akhir Maret lalu. Riwayat cashflow yang tercatat dalam transaksi digital kini menjadi acuan credit scoring bagi perbankan untuk menyalurkan pembiayaan kredit. (suaramerde

 

SOLO, suaramerdeka.com - Pandemi Covid-19 lebih dari dua tahun terakhir membuat terpuruk usaha katering yang dijalankan Yessica Eka Putri (31). Bingung dan pasrah berkecamuk, mengingat usaha yang dijalankan warga Kecamatan Jebres Kota Solo sejak 2015 ini menyasar katering untuk acara-acara kampus.

Sementara kegiatan kampus ditiadakan sementara waktu karena pandemi. Tabungan semakin terkuras, modal usaha dari pesanan juga tidak kunjung menghampiri. Ia pun lantas beralih melayani katering untuk acara rumahan atau acara keluarga.

Berbekal promosi lewat sosial media dan menjadi merchant aplikasi online food, satu per satu pesanan masuk. Di balik himpitan, Yessica masih bisa bersyukur, lantaran pandemi masih menyisakan ruang khususnya bagi pelaku usaha yang memasarkan produk mereka secara digital dan bisa diakses online.

Baca Juga: Pemeran Film KKN di Desa Penari Alami kejadian Mistis, Siapa dia?

“Pesanan banyak yang masuk lewat online,” kata gadis berkaca mata minus ini.

Yessica kembali merancang strategi agar pelanggan-pelanggan baru itu tertarik pesan ulang. Meski begitu, gadis manis ini harus pintar bersiasat untuk mendapatkan “suntikan” modal.

Bak gayung bersambut, Agustus 2021, ia mendapat tawaran kredit startup millennial dari Bank Jateng. Yessica menerima tawaran pinjaman bank berplat merah itu lantaran bunga kredit yang terjangkau, serta jangka waktu angsuran yang cukup panjang.

“Saya dapat tenor pinjaman cukup panjang, selama tiga tahun. Jadi bisa menata secara baik untuk pembayaran pinjaman,” imbuhnya.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Belajar dari Kesuksesan IKEA di Indonesia

Kamis, 26 Mei 2022 | 14:38 WIB
X