Larangan Ekspor Minyak Goreng Berlaku, Ini 3 Jenis yang Dilarang

- Rabu, 27 April 2022 | 10:48 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (suaramerdeka.com / dok Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (suaramerdeka.com / dok Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Larangan ekspor bahan baku dan minyak goreng mulai berlaku pada Kamis, 28 April 2022 pukul 00.00 WIB.

Kebijakan larangan ekspor minyak goreng ini diatur dengan Peraturan Menteri Perdagangan sesuai dengan ketentuan Article XI GATT, yang mengatur bahwa negara anggota WTO dapat menerapkan larangan atau pembatasan ekspor sementara untuk mencegah atau mengurangi kekurangan bahan makanan atau produk penting lainnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan ada tiga jenis bahan baku minyak goreng yang dilarang ekspor.

Yakni, Refined, Bleached, and Deodorized (RBD) Palm Oil atau RBD Olein bahan baku minyak goreng dengan tiga kode HS.

Baca Juga: Telaah Kitab: Adabul Mar'ah, Kajian soal Akhlak Perempuan

Pertama kode HS 15.11.90.36, kedua HS 1511.90.37, ketiga HS 1511.90.39.

Airlangga menegaskan, larangan pada refined, bleached, deodorized (RBD) palm olein dilakukan sampai harga minyak goreng bisa turun jadi Rp 14 ribu per liter merata di seluruh Indonesia.

Adapun untuk CPO dan RPO masih tetap dapat diekspor sesuai kebutuhan.

Dengan demikian, perusahaan tetap bisa membeli tandan buah segar (TBS) dari petani.

Baca Juga: Seleksi UM-PTKIN Tahun 2022: Panitia PMB Siapkan 75.663 Kuota Mahasiswa Baru

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X