Waspadai Bahaya Jasa Tukar Uang Baru di Jalanan Jelang Lebaran, Ini Rekomendasi Bank Indonesia

- Rabu, 27 April 2022 | 09:48 WIB
Ilustrasi penukaran uang (pexels.com/Robert Lens)
Ilustrasi penukaran uang (pexels.com/Robert Lens)

JAKARTA suaramerdeka.com - Menjelang Lebaran, banyak masyarakat yang membutuhkan uang pecahan baru untuk diberikan kepada anak dan saudara sebagai angpao.

Maka dari itu, banyak bisnis penukaran uang baru di jalanan yang sering ditemui saat menjelang lebaran.

Biasaya, uang pecahan yang dijual adalah senilai Rp 2.000 sampai Rp 5.000 dengan sistem tarif penukaran diambil 10 persen.

Mengetahui hal ini, Bank Indonesia (BI) tidak merekomendasikan bisnis atau pertukaran uang tersebut.

Baca Juga: 6 Weton yang Cocok Jadi Jodoh Rabu Pon Kata Primbon Jawa, Apa Saja?

Sebab terdapat potensi uang yang ditawarkan itu palsu atau jumlahnya tidak tepat.

Hal ini dinyatakan Marlison Hakim selaku Kepala Departmen Pengelolaan Uang (DPU) Bank Indonesia, yang menghimbau warga Indonesia untuk menukarkan uangnya di perbankan umum.

Pasalnya jumlah dan keasliannya lebih pasti dibanding menukar di inang-inang.

"Memang penjaja uang ini memanfaatkan kesempatan masyarakat yang ingin cepat mendapatkan uang-uang baru tersebut. Tapi kami mengimbau tukarlah di Bank Indonesia, di perbankan karena pasti jumlahnya dan pasti keasliannya," kata Marlison dalam konferensi pers virtual.

Baca Juga: Ramalan Zodiak 27 April 2022: Sagitarius Dihujani Cinta, Hari Baik Dinikmati Libra

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Livin Tambah Fitur, Transaksi Makin Cepat

Kamis, 16 Juni 2022 | 15:20 WIB
X