Masifnya Inklusi Keuangan, Transaksi Penggunaan QRIS Tumbuh 359 Persen

- Kamis, 21 April 2022 | 21:09 WIB
Gelaran Fintech Talk secara virtual yang diselenggarakan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bekerja sama dengan Bank Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM serta BukuWarung, Rabu, 20 April 2022. Suaramerdeka.com /dokumentasi BukuWarung.
Gelaran Fintech Talk secara virtual yang diselenggarakan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bekerja sama dengan Bank Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM serta BukuWarung, Rabu, 20 April 2022. Suaramerdeka.com /dokumentasi BukuWarung.


JAKARTA, suaramerdeka.com - Nominal transaksi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada. triwulan 1 2022 telah mencapai Rp 14.8 triliun atau tumbuh 359 persen year-on-year (yoy).

Per April 2022, Bank Indonesia mencatat hampir 17 juta merchant menggunakan QRIS yang tersebar di 34 Provinsi dan 480 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Sebagai salah satu pemangku kepentingan kunci, Bank Indonesia telah menginisiasi kebijakan dan regulasiuntuk mendorong keuangan inklusif dan pengembangan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Baca Juga: Pengguna Mobil Listrik Bebas dari Ganjil Genap di Tol Saat Mudik Lebaran

"Pembayaran digital menjadi game changer di masa pandemi terutama melalui QRIS yang merupakan salah satu deliverables BSPI 2025. Kolaborasi antara bank dan fintech menjadi salah satu key driver tumbuhnya pemanfaatan layanan pembayaran digital ini,” ucap Ryan Rizaldy, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Bank Indonesi.

Ungkapnya saat gelaran Fintech Talk secara virtual yang diselenggarakan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bekerja sama dengan Bank Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM serta BukuWarung, Rabu, 20 April 2022.

Melihat pesatnya pertumbuhan pengguna QRIS, kebijakan Bank Indonesia diarahkan untuk mencapai tambahan 15 juta pengguna baru QRIS hingga akhir tahun ini.

Baca Juga: Aespa Bakal Ikut Tampil di Panggung Utama Coachella 2022, Beda Kelas!

Aldi Haryopratomo, Wakil Ketua Umum II Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) mengatakan bahwa penyedia layanan keuangan digital harus memastikan bahwa semua segmen masyarakat, termasuk pengusaha mikro, memiliki akses pada layanan keuangan digital yang mudah digunakan.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspada! Ini Ciri-ciri Modus Penipuan Pinjaman Online

Kamis, 24 November 2022 | 10:36 WIB
X