Aptrindo Jateng dan DIY: Harga Solar Sudah Selayaknya Naik

- Selasa, 19 April 2022 | 20:58 WIB
Bambang Widjanarko, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jateng dan DIY. Suaramerdeka.com /dokumentasi pribadi.
Bambang Widjanarko, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jateng dan DIY. Suaramerdeka.com /dokumentasi pribadi.



SEMARANG, suaramerdeka.com - Kalangan pengusaha truk Indonesia menyarankan agar pemerintah menaikkan harga solar subsidi untuk mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan belanja Negara (APBN).

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jateng dan DIY, Bambang Widjanarko mengatakan, jika pemerintah tetap tidak mau mencabut subsidi, tapi tidak mau tekor lebih banyak akibat kenaikan harga minyak dunia, maka pemerintah disarankan untuk menetapkan batas subsidi.

Dicontohkannya, pemerintah bisa mensubsidi dengan batasan Rp2.000 sampai Rp3.000 dari harga keekonomian.

Baca Juga: Potret Indomaret Pertama di Indonesia, Ternyata Dulu Diberi Nama Ini

"Kalau memang mau dinaikkan, ya silakan naikkan saja, tapi jangan dilepas subsidinya. Jangan dilepas menurut harga keekonomian. Jadi, nanti harga bisa di kisaran Rp8.000 – Rp9.000 (perliter)," kata Bambang, Selasa, 19 April 2022.

Bambang juga menyarankan, solar subsidi hanya dijual untuk semua jenis angkutan umum atau barang saja, nelayan dan juga petani, agar lebih tepat sasaran.

Sedangkan penjualan solar untuk kendaraan pribadi seharusnya dilarang, karena dinilai tidak tepat sasaran.

Baca Juga: Jokowi Dikritik Usai Tunjuk Maudy Ayunda Sebagai Juru Bicara di Konferensi G20

Sebagai bentuk pengawasan terhadap penjualan solar subsidi, pemerintah juga perlu membentuk satgas yang juga melibatkan para pengusaha angkutan umum dan barang.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X