Geluti Tegel Klasik, Usaha Mempertahankan Warisan Kekayaan Bangsa

- Minggu, 13 Juni 2021 | 21:43 WIB
Winarno menunjukkan produk usaha kreatifnya berupa tegel klasik yang selain unik, menarik, dan bernilai seni, juga dapat mempertahankan warisan kekayaan bangsa.
Winarno menunjukkan produk usaha kreatifnya berupa tegel klasik yang selain unik, menarik, dan bernilai seni, juga dapat mempertahankan warisan kekayaan bangsa.

 

MAGELANG, suaramerdeka.com - Usaha pembuatan tegel klasik di Indonesia tergolong tak banyak, terutama di Magelang.

Dari yang langka itu muncul nama Winarno (48), pengusaha asal Muntilan Kabupaten Magelang yang sejak sembilan tahun lalu mulai menggeluti tegel klasik.

Karena langka, produknya pun diburu masyarakat yang meminati tegel klasik baik bermotif maupun polos. Meski tak selalu mulus, tapi usahanya terus berkembang dan menemui titik tertinggi di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga: Anji eks Drive Ditangkap Konsumsi Ganja

Ditemui di rumah produksinya Win Art Solution, Winarno mengatakan, tegel klasik sempat ngetren d jamannya dan sekarang mulai populer lagi.

Perkantoran, hotel, kafe, kedai, dan rumah-rumah sekarang kembali melirik tegel jadul. Penggunaan tegel klasik pun menjadi daya tarik sendiri bagi para pengunjung, karena dinilai unik, menarik, dan bernilai seni.

"Tegel zaman dulu mungkin terkenalnya tegel berwarna semen/abu-abu. Semakin ke sini semakin berkembang. Jadi, tidak hanya abu-abu, tetapi polos warna dan motif dengan banyak varian motifnya,” ujarnya.

Baca Juga: Pengasuh Ponpes Sidogiri Pasuruan, KH Nawawi Abdul Jalil Meninggal Dunia

Win bercerita, awal mulai membuka usaha ini terinspirasi banyaknya peminat di pasaran. Kala itu ia bekerja di proyek bangunan dan melihat banyak yang suka dengan tegel klasik. Bahkan, ia sendiri sangat menggemari tegel klasik ini, sehingga sangat membantu jalannya usaha tersebut.

"Selain itu, saya juga ingin membangkitkan bahwa, Indonesia memiliki kekayaan luar biasa seperti tegel motif. Jangan sampai nantinya diklaim orang lain, karena tegel motif merupakan warisan Bangsa," katanya yang memberi nama usahanya dengan nama Win yang berarti menang.

Dia menilai, antara tegel dan batik itu sebenarnya sama. Yang menjadi pembeda antara tegel dan batik adalah kalau batik dituangkan dalam kain, sedangkan tegel dituangkan dalam cetakan semen.

"Maka, tegel klasik ini pun sama seperti batik yang merupakan warisan kekayaan bangsa kita," tandasnya.

Di saat bisnis yang lain lesu, justru usaha Winarno ini mencapai puncak penjualan di era pandemi ini. Sejak Januari 2020 sampai sekarang order tidak pernah berhenti. Bahkan di bulan ini sampai kuwalahan nyetaknya, saking banyaknya sampai mau menambah mesin lagi.

Win menyebutkan, pesanan terbanyak pernah mencapai 2000 meter persegi yang kemudian dikerjakan oleh 12 karyawan. Setiap karyawan per hari dapat mencetak 3 meter tegel motif, sedangkan yang polos sekitar 10 meter. Harga permeternya variatif, mulai dari Rp 300 ribuan sampai jutaan rupiah tergantung kerumitan motif.

"Yang menarik dan unik, tegel ini hand made, yakni mencetaknya satu per satu dan manual. Semisal 1 meter persegi isinya 25 pics, maka mencetaknya juga 25 pics. Lamanya di situ dan itulah seninya. Beda kalau tegel modern pada umumnya, bisa langsung dibuat secara massal," jelasnya.

Baca Juga: Dorong Pendidikan Dimasa Pandemi, Bentuk Wadah Ikatan Alumni SMAN 5 Kota Semarang

Win mengklaim tegel klasik buatannya ini memiliki kualitas yang bagus, motif yang cantik dan beragam, tahan lama, dan harga yang sangat terjangkau dibandingkan tegel lain di pasaran. Peminat banyak mulai dari rumah pribadi, cafe, hotel, resort, rumah makan, hingga perkantoran dan bandara.

Karena klasik, maka dalam pemasangan pun perlu diperhatikan. Kalau salah dalam pemasangan bisa terjadi tegel pecah. Misalnya pemasangan yang pasirnya tidak merata.

"Jika pemasangan sudah benar, buat diinjak banyak orang, motor, atau mobil tidak masalah. Sering saya kasih saran ke pembeli agar berhati-hati saat memasangnya supaya hasilnya maksimal dan tahan lama," ungkapnya memberi tips kepada setiap pelanggannya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Pandemi, Pertumbuhan Investor Justru Makin Bersemi

Jumat, 17 September 2021 | 15:21 WIB

13 Green Energy Station Hadir di Jawa Tengah DIY

Selasa, 14 September 2021 | 14:26 WIB

HUT ke-52, Bank Bapas 69 Luncurkan Mobil Kas Keliling

Jumat, 10 September 2021 | 16:04 WIB
X