Pedagang Protes Kebijakan Sembako Sebagai Obyek PPN

- Minggu, 13 Juni 2021 | 16:55 WIB
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IKAPPI Jateng Rahayu Senjayawati saat bersama pedagang, belum lama ini. Sm/Dok
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IKAPPI Jateng Rahayu Senjayawati saat bersama pedagang, belum lama ini. Sm/Dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pedagang yang tergabung Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Jateng memprotes rencana pemerintah yang menjadikan bahan pokok atau sembako sebagai obyek pajak pertambahan nilai (PPN).

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) IKAPPI Jateng Rahayu Senjayawati menuturkan, sebelum menjadi kebijakan, rencana itu dinilai perlu ditinjau ulang, supaya tidak merugikan pedagang dan masyarakat.

Pemerintah harus mempertimbangkan banyak hal, sebelum menggulirkan kebijakan tersebut.

Baca Juga: Wali Kota Salatiga Positif Covid-19, Isolasi Mandiri di Rumdin

Terlebih lagi, situasinya sedang pandemi Covid-19, di mana perekonomian juga sedang sulit.

"Kondisi demikian akan meresahkan pedagang dan masyarakat. Jika bahan pokok dikenakan PPN, maka akan membebani masyarakat," tuturnya belum lama ini.

Sebagaimana diketahui, barang yang dikenakan PPN, itu seperti beras dan gabah, jagung, sagu, daging, telur, susu, buah-buahan, kedelai, garam konsumsi, umbi-umbjan, sayuran, gula, dan bumbu-bumbuan.

Baca Juga: Ketersediaan Critical Bed di Sleman Semakin Sedikit

Menurut dia, pedagang kini juga sedang terpuruk. Daya beli masyarakat berkurang karena pandemi Covid-19 yang tak kunjung rampung. Alhasil, omzet dagang pun menurun lebih dari 50 persen.

Pemerintah juga dinilai belum mampu melakukan stabilitas bahan pangan, dalam beberapa bulan terakhir.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

X